Makan Bergizi Gratis di Solo

Program MBG untuk 115 Ribu Siswa Kota Solo Terkendala SPPG, Opsi Crowdfunding Dikaji

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo hingga kini masih belum bisa terpenuhi.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
MBG DI SOLO - Ilustrasi seorang siswa menikmati makan bergizi gratis, beberapa waktu lalu. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo masih belum bisa terpenuhi. Bahkan pada Mei 2025 ini, penyediaan MBG untuk 115 ribu siswa di Kota Bengawan baru bisa tercover 10 persen 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo hingga kini masih belum bisa terpenuhi.

Bahkan pada bulan ini, penyediaan MBG untuk 115 ribu siswa di Kota Bengawan baru bisa tercover hingga 10 persen.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua BPC HIPMI Kota Solo, Wahyu Adi Wibowo saat ditemui awak media di Loji Gandrung, Jumat (9/5/2025) sore.

Atas kondisi tersebut, Bowo mengaku mendapat tugas khusus dari Wali Kota Solo Respati Ardi untuk melakukan akselerasi pengadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota Solo.

"Karena sekarang posisi dapur di Solo Baru mengcover 10 persen dari total kebutuhan. Total kebutuhan ada sekitar 115 ribu siswa," ungkap Bowo.

MBG DI SOLO - Ilustrasi siswa menikmati makan bergizi gratis, beberapa waktu lalu. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo masih belum bisa terpenuhi. Bahkan pada Mei 2025 ini, penyediaan MBG untuk 115 ribu siswa di Kota Bengawan baru bisa tercover 10 persen.
MBG DI SOLO - Ilustrasi siswa menikmati makan bergizi gratis, beberapa waktu lalu. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo masih belum bisa terpenuhi. Bahkan pada Mei 2025 ini, penyediaan MBG untuk 115 ribu siswa di Kota Bengawan baru bisa tercover 10 persen. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Dari pandangan Bowo, setidaknya untuk bisa menjalankan program MBG butuh kesiapan dapur sebanyak 30 SPPG di Kota Bengawan.

Untuk memenuhi hal tersebut, pihaknya telah merencanakan 3 skema memenuhi kebutuhan SPPG di Kota Solo.

Salah satunya adalah kombinasi antar investor untuk mendirikan SPPG yang disebut membutuhkan modal minimal Rp 700 juta.

Skema lain yang ditawarkan antara lain adalah membantu terkait aset untuk pendirian SPPG dan juga akses modal lewat crowdfunding (metode pendanaan yang mengandalkan partisipasi publik dalam jumlah besar untuk mengumpulkan dana).

Atas dasar tersebut, Bowo sedang berupaya agar ada penambahan SPPG di Kota Solo pada tahun ini.

Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Solo Belum Sentuh Pasar Kliwon & Serengan, Respati Berencana Gandeng Swasta

Hanya saja, percepatan program MBG di Kota Solo dalam hal penambahan SPPG diakui Bowo tidak semudah membalik telapak tangan.

Sejumlah kendala diakui Bowo, ia temukan.

"Kalau teman-teman merasa investasi Rp 700 juta atau sampai tadi yang disampaikan Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar terlalu berat," lanjut dia.

"Kita berusaha mengakomodir teman-teman, bagaimana ini menjadi bisnis bareng, bisnis kolaborasi yang di situ konsepnya crowdfunding," pungkas Bowo.

Tak hanya itu saja, Bowo juga mengungkapkan ada kendala lain termasuk menembus izin akses. Selain itu juga, Bowo menerangkan adanya oknum penyedia yayasan yang memanfaatkan dengan mencoba melakukan pungli.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved