Makan Bergizi Gratis di Solo
Program MBG untuk 115 Ribu Siswa Kota Solo Terkendala SPPG, Opsi Crowdfunding Dikaji
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo hingga kini masih belum bisa terpenuhi.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo hingga kini masih belum bisa terpenuhi.
Bahkan pada bulan ini, penyediaan MBG untuk 115 ribu siswa di Kota Bengawan baru bisa tercover hingga 10 persen.
Hal tersebut diungkap oleh Ketua BPC HIPMI Kota Solo, Wahyu Adi Wibowo saat ditemui awak media di Loji Gandrung, Jumat (9/5/2025) sore.
Atas kondisi tersebut, Bowo mengaku mendapat tugas khusus dari Wali Kota Solo Respati Ardi untuk melakukan akselerasi pengadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota Solo.
"Karena sekarang posisi dapur di Solo Baru mengcover 10 persen dari total kebutuhan. Total kebutuhan ada sekitar 115 ribu siswa," ungkap Bowo.
Dari pandangan Bowo, setidaknya untuk bisa menjalankan program MBG butuh kesiapan dapur sebanyak 30 SPPG di Kota Bengawan.
Untuk memenuhi hal tersebut, pihaknya telah merencanakan 3 skema memenuhi kebutuhan SPPG di Kota Solo.
Salah satunya adalah kombinasi antar investor untuk mendirikan SPPG yang disebut membutuhkan modal minimal Rp 700 juta.
Skema lain yang ditawarkan antara lain adalah membantu terkait aset untuk pendirian SPPG dan juga akses modal lewat crowdfunding (metode pendanaan yang mengandalkan partisipasi publik dalam jumlah besar untuk mengumpulkan dana).
Atas dasar tersebut, Bowo sedang berupaya agar ada penambahan SPPG di Kota Solo pada tahun ini.
Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Solo Belum Sentuh Pasar Kliwon & Serengan, Respati Berencana Gandeng Swasta
Hanya saja, percepatan program MBG di Kota Solo dalam hal penambahan SPPG diakui Bowo tidak semudah membalik telapak tangan.
Sejumlah kendala diakui Bowo, ia temukan.
"Kalau teman-teman merasa investasi Rp 700 juta atau sampai tadi yang disampaikan Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar terlalu berat," lanjut dia.
"Kita berusaha mengakomodir teman-teman, bagaimana ini menjadi bisnis bareng, bisnis kolaborasi yang di situ konsepnya crowdfunding," pungkas Bowo.
Tak hanya itu saja, Bowo juga mengungkapkan ada kendala lain termasuk menembus izin akses. Selain itu juga, Bowo menerangkan adanya oknum penyedia yayasan yang memanfaatkan dengan mencoba melakukan pungli.
(*)
| Menu MBG Fish and Chip Mojosongo Solo Disentil Pandji hingga dr. Tan, Respati Angkat Bicara |
|
|---|
| Efek Warga Protes Telur Puyuh Busuk di Menu MBG Solo, SPPG Bermasalah Dilaporkan ke Pusat |
|
|---|
| Heboh Aduan Menu MBG Kurma Berulat di SDN Panularan Solo, Pihak Sekolah Mengaku Tak Dilapori Siswa |
|
|---|
| Kronologi Pegawai Tersiram Minyak Panas Dapur SPPG Mojosongo Solo, Lagi Tak Enak Badan Senggol Wajan |
|
|---|
| Insiden Kerja di Dapur SPPG Mojosongo Solo, Pegawai Alami Luka Bakar Tersiram Minyak Panas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Seorang-siswa-SD-N-Purwodiningratan-menikmati-makan-bergizi-gratis-Senin-1312025.jpg)