Bocah Terkunci Dalam Mobil di Sukoharjo
Dramatis! Proses Evakuasi Bocah Terjebak di dalam Mobil di Sukoharjo Berlangsung 30 Menit
Bocah berusia sekitar dua tahun itu terkunci di dalam mobil selama kurang lebih 30 menit
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Proses evakuasi bocah laki-laki yang terjebak di dalam mobil di Perumahan Bhina Karya, Kelurahan Combongan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, berlangsung dramatis pada Senin pagi (12/5/2025).
Bocah berusia sekitar dua tahun itu terkunci di dalam mobil selama kurang lebih 30 menit, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat sang ayah tengah membersihkan mobil sambil memanaskannya.
Tanpa disadari, anaknya masuk ke dalam dan menutup pintu depan, yang secara otomatis mengunci kendaraan dari dalam.
Sadar anaknya terjebak dan tidak merespons, orang tua segera menghubungi Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo.
Petugas menerima laporan pada pukul 09.34 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi.
Proses evakuasi berlangsung tegang karena bocah tidak bisa mendengar atau memahami instruksi dari luar.
Melihat kondisi anak yang mulai lemas, petugas akhirnya memutuskan untuk memecahkan kaca jendela mobil dengan persetujuan orang tua.
"Kurang lebih 30 menit proses evakuasi, dari saat kami tiba hingga anak berhasil dikeluarkan. Tindakan pemecahan kaca kami ambil karena mempertimbangkan keselamatan anak," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sukoharjo, Margono, Senin (12/5/2025).
Pada pukul 09.53 WIB, anak akhirnya berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat dan langsung diserahkan kepada orang tuanya.
Baca juga: Paniknya Didik Saat Tahu Anak Laki-Lakinya Terkunci di dalam Mobil, Panggil Damkar Sukoharjo
Margono mengimbau masyarakat, terutama orang tua, agar lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan anak di dalam mobil, meski hanya sebentar, karena dapat berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.
(*)