Hujan Deras di Wonogiri

Wonogiri Diguyur Hujan Setiap Hari di Musim Pancaroba, Begini Penjelasan BPBD

Belakangan ini wilayah Kabupaten Wonogiri diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat setiap harinya meskipun tengah memasuki musim pancaroba

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
WASPADA CUACA ESKTREM : Ilustrasi hujan deras di Wonogiri, belum lama ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Belakangan ini wilayah Kabupaten Wonogiri diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat setiap harinya meskipun tengah memasuki musim pancaroba atau peralihan musim.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama menjelaskan berdasarkan informasi dari BMKG tetap ada potensi turun hujan di tengah masa peralihan musim.

Menurut dia fenomena musim kemarau ini dipengaruhi beberapa faktor seperti suhu air laut, letak geografis Indonesia yang diapit dua samudera dan dua benua, termasuk el nino dan beberapa siklon tropis.

"Itu cukup berpengaruh di Indonesia utamamya Wonogiri. Jadi masih harus waspada dengan hujan yang cenderung dengan angin kencang akhir-akhir ini," katanya, Selasa (13/5/2025).

Ia menyebut di beberapa wilayah Wonogiri, seperti Kecamatan Purwantoro, Kecamatan Kismantoro, Kecamatan Wonogiri dan beberapa lainnya intensitas hujannya cukup tinggi.

WASPADA CUACA ESKTREM : Ilustrasi hujan deras di Wonogiri, belum lama ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem dampak adanya siklon tropis taliah.
WASPADA CUACA ESKTREM : Ilustrasi hujan deras di Wonogiri, belum lama ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem dampak adanya siklon tropis taliah. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

"Kecenderungannya setiap hari turun hujan, meskipun ini sudah musim pancaroba," kata Fuad.

Atas kondisi itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada dengan hujan yang berpotensi memicu terjadinya bencara hidrometeorologi, seperti angin kencang, tanah longsor dan banjir.

"Masyarakat agar meningkatkan waspada potensi bencara hidrometeorologi. Dahan pohon yang sudah rimbun bisa dikurangi serta menjaga kebersihan lingkungan, salah satu caranya itu," jelasnya.

Di bagian lain, hujan deras yang melanda Wonogiri pada Senin (12/5/2025) kembali mengakibatkan bencana tanah longsor, tepatnya di Kecamatan Kismantoro.

Baca juga: 3 Jam Diguyur Hujan Deras, 4 Desa di Kecamatan Kismantoro Wonogiri Alami Tanah Longsor

Komandan Koramil (Danramil) 20/Kismantoro Kapten Inf Budi Utama mengatakan berdasarkan laporan yang diterima total ada 10 titik lokasi longsor yang tersebar di empat desa.

"Empat desa yang terjadi longsor diantaranya Desa Pucung, Desa Miri, Desa Lemahbang dan Desa Plosorejo," jelasnya, Selasa (13/5/2025).

Ia menjelaskan tanah longsor itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah setempat dengan durasi sekira tiga jam. Akibatnya, tanah yang berada di kemiringan tak mampu menahan guyuran air hujan.

Menurut dia longsor berdampak ke sebagian rumah warga yang berada di sekitaran tanah longsor. Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved