Tips Memilih Motor Adventure dari Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Simak Hal Berikut!
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto membagikan tips menemukan motor yang tepat untuk berpetualang.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Berpetualang menggunakan sepeda motor menjadi salah satu pengalaman yang mengasyikkan dan seringkali melibatkan keberanian namun memilik risiko tersendiri di dalamnya.
Ketika menjelajahi tempat-tempat baru menggunakan motor, tidak bisa menggunakan sembarang motor, melainkan haruslah motor yang pas.
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto membagikan tips menemukan motor yang tepat untuk berpetualang.
Menurutnya, perlu ada pertimbangan-pertimbangan yang perlu diketahui dan saling berkaitan.

“Jadi, dalam menentukan motor Adventure yang cocok tidak selalu kubikasi, cari sweet spot yang memungkinkan menikmati perjalanan di berbagai kondisi tanpa merasa kewalahan dengan bobot atau kekurangan tenaga," paparnya.
Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, seperti jenis dan jarak perjalanan yang sering dilakukan.
Jika mayoritas perjalanan adalah jarak jauh, sering membawa banyak perlengkapan, atau melalui medan yang menanjak curam, maka kubikasi yang lebih besar akan lebih diutamakan.
Menurutnya tenaga dan torsi yang lebih besar akan membuat motor lebih "enteng" dan tidak terlalu terbebani.
Baca juga: Perayaan Setengah Abad Mengaspal, AHM Hadirkan Honda Gold Wing Edisi Spesial! Hadir Sejak 1975
Namun, jika lebih sering menjelajah jalur-jalur off-road teknis yang sempit, bobot dan kelincahan motor dengan kubikasi yang lebih kecil atau menengah akan lebih tepat.
Lalu keseimbangan bobot dan tenaga juga menjadi kunci utama sebelum menentukan motor.
Motor dengan tenaga besar namun bobot yang berlebihan bisa melelahkan, terutama di medan off-road atau saat manuver lambat.
Sebaliknya, motor yang terlalu ringan dengan tenaga yang kurang akan kesulitan saat tanjakan atau membawa beban.
"Kemudian kemudahan pengendalian. Sebagai orang Indonesia, lebih memprioritaskan motor yang mudah dikendalikan. Ini tidak hanya soal bobot, tetapi juga distribusi berat, tinggi jok, dan ergonomi secara keseluruhan," ujarnya.
Terakhir adalah kemudahan perawatan dan keandalan komponen.
Untuk petualangan jangka panjang di tempat yang mungkin sulit dijangkau bengkel spesialis, motor yang relatif sederhana secara mekanis dan memiliki kepraktisan lebih bisa diandalkan.
Motor adventure kelas atas memiliki kemampuan off-road ekstrem, namun untuk petualangan yang melibatkan berbagai jenis jalan, termasuk aspal, gravel, dan jalur tanah ringan hingga sedang, perlu cermat dalam memilih motor yang sangat menarik dan seimbang.
"Honda CB500X, dengan segala kelebihannya, sangat berpotensi menjadi pilihan yang ideal untuk itu.” kata Oke Desiyanto. (*)
Detik-detik Kecelakaan 3 Motor di Tegalgede Karanganyar, Satu Pembonceng Motor Tewas |
![]() |
---|
Visibilitas dan Kontrol Jadi Kunci Berkendara saat Hujan Melanda |
![]() |
---|
Menyala! Bintang Pranata Sukma Talenta Muda Binaan AHM Raih Podium di Thailand Talent Cup 2025 |
![]() |
---|
Generasi Baru Pembalap Binaan AHM Melesat Kencang, Sukses Raih Podium di Thailand Talent Cup |
![]() |
---|
Misteri Pengemudi Mobil Tabrak Lari di Kebakkramat Karanganyar : Sebulan Berlalu, Tak Ada Kejelasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.