Prakiraan Cuaca Solo Raya

Waspada! Ini Daftar Wilayah Solo Raya yang Berpotensi Hujan Lebat 11-13 Juni 2025 Menurut BMKG

BMKG menjelaskan, cuaca Jateng pada Juni 2025 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan laut yang belum sepenuhnya stabil.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
WASPADA CUACA ESKTREM : Ilustrasi hujan deras di Wonogiri, belum lama ini. BMKG mengungkapkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Solo Raya pada 11-13 Juni 2025. 

TRIBUNSOLO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Hujan lebat ini akibat pengaruh anomali suhu laut di perairan Indonesia.

BMKG pun sudah merilis prediksi hujan lebat ini melalui surat resmi bernomor e.B/KL.00.02/017/KBB2/VI/2025 oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II.

Baca juga: Ketua GRIB Tangsel Tersangka Kasus Lahan BMKG & Positif Narkoba, Hercules Instruksikan Bersih-bersih

Tiga kabupaten yakni Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara berstatus waspada hujan lebat pada dasarian kedua (tanggal 11-20) Juni 2025.

Potensi curah hujan di tiga wilayah itu sebesar 150-200 milimeter per dasarian.

"Curah hujan di tiga kabupaten berstatus waspada itu berkisar 150-200 milimeter per dasarian," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Rabu (11/6/2025), dikutip dari Antara.

Teguh menjelaskan, cuaca Jateng pada Juni 2025 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan laut yang belum sepenuhnya stabil.

Baca juga: Hujan Deras di Klaten, 4 Desa di 2 Kecamatan Dilanda Banjir

Ia menyebut sejumlah kabupaten lain juga berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada 11-13 Juni 2025 meski bersifat sporadis.

Kabupaten yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat tersebut meliputi Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, dan Temanggung.

BMKG mengidentifikasi anomali suhu laut Indonesia yang masih hangat memicu pembentukan awan konvektif dan meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah.

Anomali suhu permukaan laut periode Juni hingga November 2025 diperkirakan tetap berada dalam rentang normal hingga positif (lebih hangat), berkisar 0,5 hingga 2 derajat Celsius.

Baca juga: Hujan Deras saat Pemakaman Suami Najwa Shihab Ibrahim Sjarief, Dianggap Sebagai Rahmat Tuhan

Sementara hasil monitoring indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) hingga akhir Mei 2025 menunjukkan kondisi netral dan diprediksi tetap netral hingga akhir tahun.

Fase netral ini berarti tidak ada pengaruh pengeringan atau pembasahan ekstrem dari sistem global, namun tetap membuka ruang untuk pengaruh lokal seperti suhu laut hangat di sekitar Indonesia.

Kemarau Belum Merata, Waspadai Risiko Ganda

BBMKG Wilayah II mencatat, dari total 54 Zona Musim (ZOM) di Jawa Tengah, baru lima yang resmi memasuki musim kemarau.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved