Perang Iran Vs Israel

Terungkap, Alasan AS Minta Cina Ikut Bergerak Soal Penutupan Selat Hormuz

Amerika Serikat tak asal mendesak Cina untuk mencegah penutupan Selat Hormuz. Cina menjadi salah satu negara yang tergantung pada selat itu juga.

Tayang:
Istimewa/Tribunnews
GRAFIS. Amerika Serikat menyerang situs Nuklir di Iran. 

TRIBUNSOLO.COM - Keberadaan Selat Hormuz ternyata penting untuk Cina, Jepang, India, dan Eropa. 

Negara-negara itu disebut akan jadi yang pertama merasakan dampak penutupan. 

Ini diungkapkan Helima Croft dari RBC Capital Markets.

"Iran juga menggunakan selat ini untuk mengekspor minyak ke Cina. Ini bukan hanya krisis Timur Tengah, tapi bisa menjadi krisis global," kata Helima Croft dari RBC Capital Markets.

Hal ini juga yang membuat Amerika Serikat (AS) meminta Cina untuk bertindak. 

Ini dilontarkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.

Dia bahkan meminta Cina untuk mencegah penutupan tersebut. 

Marco Rubio meminta hal tersebut dalam wawancara dengan Fox News.

Ini merespons kabar parlemen Iran telah menyetujui rencana penutupan selat strategis tersebut.

"Saya mendorong pemerintah Cina untuk segera menghubungi Iran karena mereka sangat bergantung pada jalur ini untuk suplai minyak mereka," ujar Rubio, dilansir BBC, Senin (23/6/2025).

Baca juga: Distribusi Migas Bisa Terganggu Bila Iran Menutup Selat Hormuz, Indonesia Disarankan 4 Poin Ini

Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari.

Penutupan selat ini, jika benar terjadi, dikhawatirkan akan memicu kekacauan pasar global dan lonjakan harga energi.

Penutupan Selat Hormuz dan Serangan AS di Iran

Rencana Iran menutup Selat Hormuz diduga sebagai bentuk balasan atas serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir utama di Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Sabtu (21/6/2025).

Serangan itu diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump yang menyebutnya sebagai operasi militer "sangat berhasil."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved