Jokowi Sakit Alergi Kulit

Kondisi Kulit Jokowi Diduga Bukan karena Alergi Topikal, Dokter Richard Lee Sarankan Cek Lab

Perubahan kondisi kulit mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menyita perhatian publik.

Tayang:
TribunSolo dan TikTok/@solokini via Tribun Bengkulu
JOKOWI ULTAH - Momen Jokowi Berdoa Bersama Warga. Berbeda dengan momen-momen sebelumnya, Jokowi yang nampak masih dalam masa pemulihan usai alami alergi tersebut tak melayani foto bersama masyarakat yang datang. 

TRIBUNSOLO.COM - Perubahan kondisi kulit mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menyita perhatian publik.

Hal ini pun turut disorot oleh dokter kecantikan sekaligus konten kreator, dokter Richard Lee.

Baca juga: Dokter Richard Lee Menduga Jokowi Idap Alergi Sistemik, Sarankan untuk Cek Darah/Cek Lab

Dikutip dari tayangan Youtube TV One News, dokter Richard Lee memberikan disclaimer tegas sebelum menyampaikan pendapatnya.

Hal ini dikarenakan diagnosa yang ia sampaikan ini murni bersifat virtual dan tidak didasarkan pada pemeriksaan langsung terhadap Presiden Jokowi.

Dalam penjelasannya, ia mengatakan tidak pernah memeriksa kondisi secara langsung tetapi hanya melalui pengamatan virtual saja.

Sehingga pernyataan yang diberikan, kata Richard Lee hanyalah prediksi dari yang terlihat di wajah, leher, tangan dan tubuh Jokowi secara virtual.

"Saya disclaimer dulu, sebelumnya saya belum pernah memeriksa pak Jokowi, jadi saya hanya melihat dari video saja," ucap Richard Lee.

Menurut pengamatan Richard Lee, ia menduga bahwa Jokowi tidak mengalami alergi topikal.

Sebab Jokowi mendapatkan alergi dan peradangan atau perubahan kulit di beberapa bagian tubuh.

Di antaranya wajah, tangan, dan leher. Sedangkan menurut Richard Lee alergi topikal hanya terjadi di satu tempat bagian tubuh saja.

"Kalau kita lihat terjadi pada wajah, leher, dan tangan kalau yang terlihat kita ya sehingga ini kelihatannya sistemik," paparnya.

Jokowi Harus Cek Darah

Diketahui bahwa alergi sistemik bisa terjadi karena berbagai penyebab.

Diantaranya, kata Richard Lee, seperti dark eruption dari alergi obat.

Juga karena foto alergic eruption yang terjadi akibat cahaya matahari, hingga auto imun.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved