Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Tawuran Antar Gangster di Kartasura

Teror Duel Gangster di Sukoharjo, Pria Ini Disabet Celurit : Mereka Incar Semua yang Melintas!

Hanif menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya diserang oleh salah satu anggota gangster saat sedang melintas di Kartasura, Sukoharjo.

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
DIBACOK GANGSTER - Hanif (28), warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, menjadi korban dalam insiden tawuran antar gangster yang terjadi di kawasan Gembongan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Minggu (27/7/2025) dini hari. Akibat disabet celurit, Hanif harus menerima 5 jahitan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Hanif (28), warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, menjadi korban dalam insiden tawuran antar gangster yang terjadi di kawasan Gembongan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Minggu (27/7/2025) dini hari. 

Ia menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya diserang oleh salah satu anggota gangster saat sedang melintas.

Hanif diketahui merupakan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kartasura

Saat itu, ia hendak menjemput temannya sebelum menghadiri kajian Ahad pagi di wilayah Sidan, Kecamatan Mojolaban.

Baca juga: Leher Kena Sabet Celurit di Sukoharjo, Pria Ini Masih Tetap Naik Motor Sendiri ke Rumah Sakit

“Saya lewat daerah Ayam Goreng Suharti Jalan Ahmad Yani. Ketika melintas, saya lihat ada gerombolan pemuda dari dua arah, satu dari timur dan satu dari barat,” ujar Hanif saat ditemui TribunSolo.com di Polsek Kartasura, Senin (28/7/2025).

Menurut Hanif, saat ia melintas dari sisi barat dan hendak menyebrang, tiba-tiba kelompok gangster itu langsung mengayunkan senjata tajam ke arahnya.

“Mereka ini mengincar siapa saja yang lewat. Dari gangster pun sepertinya memang berniat melukai, bahkan mungkin menghabisi,” jelasnya.

Hanif menyebut, jumlah anggota gangster yang terlibat dalam bentrokan tersebut mencapai sekitar 20 orang. 

Mereka membawa berbagai jenis senjata tajam, seperti parang, clurit jenis cocor bebek, dan bambu.

Baca juga: Kronologi Warga Sukoharjo Disabet Celurit saat Terjebak di Tengah Duel Gangster, Padahal Mau Kajian

“Saya kena sabetan di bagian leher. Ada dua sayatan, satu di atas dan satu di bawah. Totalnya tiga jahitan di atas dan beberapa jahitan di bawah. Syukurnya tidak terlalu dalam, jadi saya masih bisa beraktivitas normal,” kata Hanif.

Usai kejadian, Hanif sempat menyelamatkan diri dan langsung menuju RS PKU Muhammadiyah Kartasura untuk mendapat perawatan. Ia juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kartasura.

Hanif berharap pihak berwenang segera menangkap para pelaku dan mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.

“Dengan laporan ini, semoga pelaku ditemukan dan ditangkap. Saya harap ini jadi kasus terakhir di Kartasura dan anak-anak remaja lainnya bisa dikondisikan,” pungkasnya.

Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan korban dan tengah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.  

Apa itu Gangster?

Gangster, dalam konteks sosial Indonesia, merujuk pada kelompok remaja atau pemuda yang berkumpul secara informal dan sering terlibat dalam aksi kekerasan atau kriminal.

Istilah lokal seperti preman menggambarkan struktur sosial serupa. Mulai dari kelompok jalanan hingga organisasi yang lebih terstruktur dan bahkan berafiliasi politik.

Kelompok ini sering memakai nama khas, sebagai identitas kelompok dan alat diferensiasi dari kelompok lain di wilayahnya.

Tawuran antar gangster sendiri biasanya dipicu oleh tantangan di media sosial, rivalitas wilayah atau geng, dan eskalasi konflik yang dapat melibatkan senjata tajam, seperti celurit atau corbek (cocor bebek)—alias celurit besar. 

Kasus terakhir yang melibatkan gangster terjadi pada 15 Mei 2025 lalu.

Kala itu duel antar kelompok gangster Santacrus (Sukoharjo) melawan Los Angles (Solo) berujung maut.

Saling tantang melalui Instagram memicu bentrokan yang mengakibatkan satu pemuda (TDA, 20 tahun) tewas dan satu lagi (M, 17 tahun) mengalami luka parah.

Keduanya menggunakan senjata corbek saat bertarung. Polisi berhasil menangkap dua pelaku dari Solo yang diketahui berinisial EBA (21) dan MKS (22).

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved