Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Aksi Damkar di Solo

Melihat Teknik Vertical Rescue yang Dilakukan Damkar Solo saat Bantu Pemakaman Warga Berbobot 208 Kg

Proses ini dilakukan karena almarhumah H memiliki berat badan mencapai 208 kilogram.

Istimewa
BANTUAN DAMKAR - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo ikut membantu proses pemakaman warga Jebres berbobot 208 kilogram, Kamis (31/7/2025) siang kemarin. Dinas Damkar menggunakan alat bantu seperti vertical rescue untuk menurunkan jenazah ke liang lahat. 

TRIBUNSOLO.COM - Teknik Vertical Rescue dilakukan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo saat ikut membantu prosesi pemakaman H (37) warga Kecamatan Jebres, Kota Solo pada Kamis (31/7/2025).

Proses ini dilakukan karena almarhumah H memiliki berat badan mencapai 208 kilogram.

Baca juga: Viral Damkar Solo Bantu Pemakaman Warga Berbobot 208 Kg, Terungkap Almarhumah Derita Sesak Napas

Setidaknya 10 petugas pemadam kebakaran diterjunkan dalam menjalankan tugas mulia ini.

Proses ini dilakukan para petugas saat menurunkan jenazah untuk masuk ke liang lahat.

Menggunakan alat lengkap, para petugas pun berhasil menurunkan jenazah dengan lancar.

Diketahui vertical rescue atau penyelamatan vertikal menjadi salah satu teknik vital dalam operasi evakuasi korban di medan ekstrem seperti tebing, jurang, gedung tinggi, hingga ruang sempit dan dalam.

Teknik ini kini semakin dikenal luas, tidak hanya di kalangan profesional penyelamat, tetapi juga di komunitas pencinta alam dan mahasiswa pencinta alam (Mapala).

Vertical rescue merupakan metode penyelamatan menggunakan sistem tali dan alat-alat khusus untuk menjangkau serta mengevakuasi korban dari ketinggian atau kedalaman yang tidak bisa dijangkau secara horizontal.

Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan keterampilan tinggi, kerja tim yang solid, serta peralatan keselamatan yang memadai.

Beberapa peralatan utama yang digunakan dalam vertical rescue antara lain tali statis, harness, carabiner, ascender, descender, helm pelindung, serta sistem anchor atau titik jangkar sebagai penopang utama tali.

Teknik ini biasa digunakan dalam berbagai situasi darurat, seperti evakuasi korban kecelakaan pendakian gunung, penyelamatan pekerja bangunan yang terjatuh di lift shaft, hingga evakuasi warga terdampak longsor atau bencana alam di daerah terpencil.

Di Indonesia, pelatihan vertical rescue secara rutin digelar oleh sejumlah lembaga seperti Basarnas, PMI, Dinas Pemadam Kebakaran, komunitas SAR independen, serta organisasi Mapala di berbagai perguruan tinggi.

Baca juga: Kisah Awal Petugas Damkar Bantu Pemakaman Warga 208 Kg di Solo, Minta Antar Rawat ke Rumah Sakit

Kronologi Sebelum Viral di Medsos

Analis Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Antonius Satria menceritakan bahwa adanya petugas Damkar membantu proses pemakaman bermula pada laporan permintaan bantuan dari keluarga almarhumah pada Selasa (29/7/2025) malam lalu.

Dimana keluarga almarhumah menghubungi petugas Damkar karena kesulitan membawa H menuju rumah sakit.

Saat itu, H yang tengah terbaring di kamarnya mengeluh sesak napas.

"Jadi sebelumnya kan yang meninggal ini pada hari Selasa (29/7/2025) malam bermula dari permintaan warga untuk evakuasi di daerah Jagalan. Kemudian teman-teman yang bertugas langsung menindaklanjuti, ternyata sampai lokasi ternyata yang butuh bantuan adalah yang obesitas tersebut," ungkap Satria saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Jumat (1/8/2025).

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo
BANTUAN DAMKAR - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo ikut membantu proses pemakaman warga Jebres berbobot 208 kilogram, Kamis (31/7/2025) siang kemarin. Dinas Damkar menggunakan alat bantu seperti vertical rescue untuk menurunkan jenazah ke liang lahat.
 

Satria menuturkan bahwa proses evakuasi cukup memakan waktu lama karena kondisi korban berada di lantai dua dan telah terbaring lemas.

"Korban sudah sesak napas dan kemudian dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit JIH. Jadi memang kalau evakuasinya sendiri memang cukup lama karena dengan berat 208 kg ini teman-teman berkolaborasi dengan BPBD, Linmas dan warga setempat. Kemudian sudah dibawa sampai di rumah sakit JIH," lanjut dia.

Namun kabar duka didengar oleh petugas Damkar yang mengevakuasi H ke rumah sakit.

Karena sehari setelah mendapatkan perawatan, perempuan tersebut meninggal dunia.

"Terus Rabu sorenya, teman-teman mendapat kabar dari keluarga bahwa yang kemarin dievakuasi meninggal dunia," kata dia.

Satria melanjutkan bahwa pada Kamis (31/7/2025) siang kemarin. tetangga almarhumah menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan dalam proses pemakaman.

"Kamis siang kita dihubungi warga untuk dimintai bantuan lagi karena warga sekitar tidak kuat baik untuk memindahkan jenazah ke dalam peti dan sekaligus pemakamannya," urai Satria.

Satria kembali mengungkapkan bahwa dalam proses pemakaman petugas dan warga menemukan kesulitan dimana peti jenazah ternyata berukuran cukup besar sekitar 2,5 kali dibanding peti biasanya.

"Waktu di pemakaman memang petugas fokus di penurunan jenazah. Sementara untuk yang membawa jenazah dari rumah duka menuju makam itu dari warga. Pembawaan dari mobil sampai makam itu warga bergotong royong sekitar 8 sampai 12 orang bergantian karena lokasinya tepat di tengah-tengah pemakaman," sebutnya.

Sebelum prosesi pemakaman berlangsung, petugas Damkar juga sempat melakukan pengecekan liang lahat terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan ukur dari lubang makam.

"Karena peti ini jumbo dan hampir 3 kali lipat. Kita sempat ukur ulang, ternyata peti tidak bisa masuk. Kemudian diputuskan jenazah dikeluarkan dari peti dan petugas menggunakan tandu yang bentuknya seperti plat tapi lentur untuk menurunkan jenazah ke liang lahat," tutur Satria.

Meski tak mengetahui secara detail, Satria menerangkan bahwa dirinya yang sempat berkomunikasi dengan keluarga almarhumah. Mendiang H memang mengalami obesitas sejak kecil.

Selain itu, mendiang juga diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Dan ketika dievakuasi oleh petugas, H juga mengeluh sesak napas.

"Jadi dari dulu memang obesitas, dan kemarin petugas juga sempat bicara dengan keluarga ternyata memang punya riwayat Asam Lambung," pungkasnya.

Cara Menghubungi Pemadam Kebakaran Jika Terjadi Kejadian Darurat

Masyarakat diminta sigap dan mengetahui cara menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) jika terjadi situasi darurat, seperti kebakaran, penyelamatan binatang liar, hingga evakuasi orang yang terjebak di tempat berbahaya.

Petugas Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melayani berbagai tindakan penyelamatan, termasuk evakuasi ular, sarang tawon, hingga membuka pintu rumah yang terkunci dengan aman.

Berikut ini panduan resmi cara menghubungi petugas Damkar:

1. Hubungi Nomor Darurat

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi nomor darurat 113.

Nomor ini berlaku di banyak daerah sebagai jalur cepat menghubungi Damkar.

Jika tidak terhubung, warga dapat menggunakan nomor khusus pemadam kebakaran di wilayah masing-masing.

2. Sampaikan Informasi Lengkap

Petugas akan lebih cepat merespons jika pelapor menyampaikan informasi secara singkat dan jelas. Adapun informasi yang perlu disampaikan meliputi:

Jenis kejadian: kebakaran, evakuasi ular, atau lainnya

Alamat lengkap lokasi kejadian: nama jalan, RT/RW, kelurahan

Situasi terkini: ukuran api, kepanikan warga, jumlah korban (jika ada)

Identitas pelapor dan nomor yang bisa dihubungi

3. Bantu Akses Lokasi

Setelah melapor, pastikan akses menuju lokasi tidak terhalang.

Warga diimbau membuka pagar rumah, memindahkan kendaraan di jalan sempit, serta menyalakan lampu penerangan jika terjadi pada malam hari.

Bila memungkinkan, pelapor juga disarankan menunggu di depan gang atau jalan untuk memberikan arahan langsung kepada petugas Damkar.

 4. Damkar Siap Melayani Tugas Non-Kebakaran

Tak hanya soal kebakaran, Damkar juga menerima laporan lain seperti:

  • Ular masuk rumah
  • Sarang tawon di pemukiman
  • Anak kecil terkunci dalam kamar atau mobil
  • Orang jatuh ke dalam sumur atau atap rumah

Semua laporan tersebut dapat disampaikan melalui nomor yang sama, yakni 113 atau nomor Damkar di masing-masing daerah.

Daftar Nomor Damkar di Soloraya : 

Damkar Karanganyar : (0271) 495113

Damkar Sukoharjo : (0271) 593113

Damkar Sragen : (0271) 891113

Damkar Boyolali : (0276) 321313

Damkar Klaten : (0272) 324113

Damkar Solo : (0271) 710900

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved