Info Sragen

100 Kepala Sekolah SD-SMP di Sragen Ikuti Workshop Pembelajaran Game Based Learning via Nyalagames!

Selain diberi penjelasan, para kepala sekolah juga dibimbing bagaimana cara mengoperasikan aplikasi tersebut.

Tayang:
Dok Nyalagames
Kepala sekolah di Kabupaten Sragen mengikuti workshop bertajuk implementasi game based learning melalui Nyalagames untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen. 

SRAGEN - Sebanyak 100 kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sragen dikenalkan metode pembelajaran baru, yakni game based learning melalui aplikasi Nyalagames.

Para kepala sekolah diundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen untuk mengikuti workshop implementasi game based learning melalui Nyalagames untuk mewujudkan pembelajaran mendalam pada Kamis (16/10/2025).

Selain diberi penjelasan, para kepala sekolah juga dibimbing bagaimana cara mengoperasikan aplikasi tersebut.

Strategic Partnership Manager Nyalanesia, Akbar Bagus Wicaksono mengatakan aplikasi Nyalagames hadir untuk bisa memberikan dukungan kepada sekolah dan siswa sehingga dapat menambah motivasi belajar.

Selain itu, dengan adanya aplikasi tersebut, bisa memangkas jarak antar siswa dan guru, karena sama-sama belajar dan berinteraksi lewat games.

Baca juga: Pemkab Sragen Tentukan Lahan Proyek Sekolah Rakyat, Seluas 5 Hektare, untuk Asrama dan Sekolah

"Nyalanesia berfokus supaya yang hadir di tangan-tangan para siswa dan guru di sekolah benar-benar mengintegrasikan dan mendukung proses pembelajaran di sekolah," ujar Akbar.

"Di dalamnya nanti ada rangkaian kegiatan, yang bisa memberikan pengalaman baru kepada siswa maupun guru dalam proses belajar," sambungnya.

Lanjutnya, Nyalagames sendiri merupakan platform belajar dan asesmen, yang diintegrasikan dengan adanya gerakan literasi sekolah yang bisa mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dan belajar mendalam di sekolah.

"Nyalagames ada ruang lingkupnya, dari literasi baca tulis, literasi numerisasi, literasi budaya, semua itu kami desain untuk memberi dukungan ke sekolah supaya siswa melakukan asesmen nasional lebih siap," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembina SMP Disdikbud Sragen, M Farid Wajdi mengatakan dengan adanya metode pembelajaran yang baru, ia berharap bisa membantu sekolah memberikan kemudahan pemahaman pembelajaran kepada para peserta didik.

"Dengan workshop game based learning, pembelajaran untuk anak-anak didik di Kabupaten Srage mudah dipahami, dan menambah pengetahuan bagi anak-anak didik," ujar Farid.

Baca juga: Butuh Anggaran Rp8,5 M, Pemkab Sragen Ajukan Proposal ke Kementerian PU Perbaiki Bendung Winong

Saat ini, metode pembelajaran game based learning belum diterapkan sepenuhnya di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sragen.

Namun, menurut Farid, beberapa guru di Kabupaten Sragen sudah mulai menerapkan metode tersebut dalam pembelajarannya.

"Karena kadang anak-anak kita ini dilihat dari kehidupan sehari-hari sering menggunakan gadget, sehingga ada inisiatif dari guru menggunakan HP android untuk pembelajaran di sekolah," pungkasnya.

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved