Danau Rawa Pening Jadi Isu Strategis Kolaborasi Jateng–Shiga Jepang, Bakal Jadi Pilot Project
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025 lalu.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun kolaborasi dengan Prefektur Shiga, Jepang untuk berbagai bidang, salah satunya adalah pembenahan Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Delegasi Prefektur Shiga, Jepang, di kantornya, Rabu 11 Februari 2026.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025 lalu.
Sebelum bertemu Gubernur Luthfi, delegasi Shiga telah melakukan peninjauan lapangan dari hulu hingga hilir kawasan Rawa Pening.
Selain itu juga telah menerima paparan data terkait kondisi dan tantangan yang dihadapi danau tersebut.
Baca juga: Pj Gubernur Nana Sudjana Sampaikan Pengelolaan Rawa Pening yang Berkelanjutan di WWF Bali 2024
Sebagai informasi, Rawa Pening memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, hingga penopang ekonomi masyarakat. Namun, danau ini menghadapi persoalan serius, mulai dari sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang masif, hingga beban pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.
Dalam sambutannya, Luthfi menyatakan, hubungan Indonesia dan Jepang telah melalui perjalanan sejarah panjang. Namun kini, kolaborasi diarahkan pada semangat saling menguntungkan dan membangun masa depan bersama.
“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujarnya.
Bagi Pemprov Jateng, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci agar danau tersebut tetap lestari sekaligus produktif.
Bahkan, kerja sama dengan Jepang telah ditegaskan dalam nota kesepahaman (MoU), salah satunya terkait pengembangan ekonomi terbarukan.
“Tadi sudah membuat MoU dengan Jepang terkait dengan ekonomi terbarukan, kemudian beberapa investasi yang nantinya akan didatangkan dari Jepang ke tempat kita,” kata Luthfi.
Dikatakan dia, kerja sama tersebut sebagai upaya penguatan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi baru, termasuk pengembangan kawasan danau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
“Green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas utama. Jepang lebih maju di bidang itu dan akan kita manfaatkan,” katanya.
Pemprov Jateng juga mendorong Rawa Pening menjadi lokasi pilot project, dengan dukungan hibah maupun transfer teknologi dari Prefektur Shiga, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan Danau Biwa—danau terbesar di Jepang.
Baca juga: Jelang Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga Jateng
Kepala Seksi Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Prefektur Shiga, Takeshi Tominaga mengatakan, pihaknya melihat potensi kolaborasi jangka panjang karena kesamaan karakteristik kedua wilayah.
| Ahmad Luthfi Ajak Buruh Peringati May Day dengan Kegiatan Konstruktif dan Jaga Kondusivitas |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi Minta Perkuat Kebersamaan dalam Pembangunan Jawa Tengah |
|
|---|
| Cilacap Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional, Presiden Prabowo:Menuju kebangkitan Bangsa Indonesia |
|
|---|
| Jateng Perkuat Ekonomi Digital, Targetkan 1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator di 2027 |
|
|---|
| 10 Gubernur Bakal Kumpul di Jateng, Bahas Kerja Sama Pangan dan Energi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Delegasi-Prefektur-Shiga-Jepang-2.jpg)