Anggota DPD RI Mbak Casytha Soroti Peran Tenaga Kesehatan dalam Menjaga Nilai Kebangsaan

Profesi perawat memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kualitas kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat karakter bangsa.

Tayang:
TribunSolo.com/Dok Istimewa
Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sukoharjo, pada 15 Maret 2026 di Hotel Tosan Solo Baru 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Di tengah kompleksitas layanan kesehatan modern, peran tenaga kesehatan tidak lagi sebatas aspek teknis, tetapi juga mencakup dimensi nilai dan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sukoharjo, pada 15 Maret 2026 di Hotel Tosan Solo Baru.

Dalam forum tersebut, Mbak Casytha menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki relevansi langsung dalam praktik pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berkeadaban.

“Tenaga kesehatan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga membawa nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam setiap pelayanan,” ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (1)
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sukoharjo, pada 15 Maret 2026 di Hotel Tosan Solo Baru.

Pelayanan Kesehatan sebagai Wujud Nilai Kebangsaan

Mbak Casytha menilai profesi perawat memiliki posisi strategis karena berada di garis depan pelayanan publik. Dalam konteks ini, implementasi nilai kebangsaan tidak bersifat abstrak, melainkan hadir dalam bentuk pelayanan yang inklusif, empatik, dan tanpa diskriminasi.

Ia menekankan bahwa prinsip kemanusiaan dalam Pancasila tercermin dari cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien, tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya.

Tantangan Etika dan Profesionalisme di Era Modern

Selain itu, Mbak Casytha juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan di era modern, mulai dari tingginya tekanan kerja, pesatnya perkembangan teknologi medis, hingga dinamika arus informasi di ruang digital.

Menurutnya, di tengah kompleksitas tersebut, nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi landasan etis dalam pengambilan keputusan profesional.

Diskusi dalam kegiatan ini berlangsung interaktif.

Para peserta turut berbagi pengalaman terkait praktik pelayanan di lapangan, sekaligus mengaitkannya dengan penerapan nilai-nilai kebangsaan.

Menguatkan Peran Profesi dalam Kehidupan Berbangsa

Melalui kegiatan ini, Mbak Casytha mendorong Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sukoharjo untuk terus memperkuat kapasitas anggotanya, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam pemahaman nilai kebangsaan.

Ia menegaskan bahwa profesi perawat memiliki kontribusi nyata dalam menjaga kualitas kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat karakter bangsa.

“Nilai kebangsaan harus hidup dalam setiap profesi, termasuk dalam pelayanan kesehatan yang kita jalankan,” tegasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved