Matangkan Persiapan Semester Baru, Pendidik KB-TK Al Abidin se-Jateng DIY Ikuti Workshop 'LEARN'
Dalam arahannya, Triyadi menekankan bahwa esensi dari seorang pendidik adalah semangat untuk tidak pernah berhenti belajar.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - KB-TK Al Abidin menggelar workshop peningkatan kompetisi guru yang diikuti seluruh pendidik dari wilayah Solo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Salatiga, hingga Yogyakarta untuk mengawali kalender pendidikan di tahun 2026.
Workshop yang mengusung tema besar "LEARN: Lifelong Engagement in Adaptive and Reflective Learning," ini digelar di Red Chilies Hotel, Jumat (2/1/2026).
Workshop ini digelar sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memastikan setiap pendidik memiliki kesiapan mental dan profesionalitas yang matang.
Fokus utamanya adalah membekali para guru agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan anak usia dini melalui pendekatan yang lebih reflektif.
Acara dibuka secara resmi oleh PLH Yayasan Al Abidin, Triyadi, M.Si.
Baca juga: STIA Al Abidin Surakarta Gelar Olimpiade Tahfidz Quran Tingkat SMA/SMK/MA & Pondok Pesantren
Dalam arahannya, Triyadi menekankan bahwa esensi dari seorang pendidik adalah semangat untuk tidak pernah berhenti belajar.
Menurutnya, pembaruan kapasitas guru secara berkala adalah kunci agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang siswa yang kian kompleks.
"Pertemuan hari ini merupakan bekal fundamental bagi kita semua, apa yang kita rumuskan dan pelajari di sini akan menjadi fondasi utama dalam menavigasi seluruh proses belajar-mengajar selama satu tahun ke depan," tegas Triyadi.
Pemateri sesi pertama adalah Ana Rafaidah, S.Pd., Gr., yang mengajak para peserta untuk menelaah urgensi Sense of Belonging atau rasa memiliki di lingkungan sekolah.
Beliau memantik diskusi reflektif mengenai peran guru yang sesungguhnya, yakni apakah sekadar menjalankan kewajiban mengajar dan evaluasi sudah cukup untuk menjamin keberlanjutan belajar anak?.
Ana menekankan bahwa rasa aman dan keterikatan emosional anak didik bermula dari sikap, pemilihan kata, serta interaksi harian guru.
Dalam sesi ini, para pendidik diajak merenungkan kembali bagaimana setiap tindakan mereka di kelas dapat membangun lingkungan yang mendukung anak untuk bertumbuh dengan penuh percaya diri.
Di sesi berikutnya, pematerinya yakni Eka Noer Maya Sari, S.T., yang menyampaikan materi bertajuk "The Art of Communication".
Materi ini menyoroti pentingnya keterampilan berkomunikasi yang efektif dan santun, baik dalam berinteraksi dengan anak, rekan sejawat, maupun orang tua siswa.
Baca juga: Para Ayah di Sekolah Al Abidin Datang Langsung Ambil Rapor Anak, Sekaligus Dukung Program Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/KB-TK-Al-Abidin-menyelenggarakan-workshop-2.jpg)