Mencicipi Mi Ayam Bermangkok Wajan di Kebakkramat, Karanganyar
Mi ayam dan bakso itu dihidangkan dalam sebuah wajan kecil seukuran wadah penampungan malam pembuatan batik.
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Gurih dan lembut, itulah kesan pertama setelah menyantap mi ayam dan bakso Putra Remaja di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.
Namun, daya tarik mie ayam Putra Remaja ini terlihat dari penyajian makanan.
Mi ayam dan bakso itu dihidangkan dalam sebuah wajan kecil seukuran wadah penampungan malam pembuatan batik.
Alasan inilah yang diakui sejumlah pembeli menarik mereka untuk berkunjung ke warung Putra Remaja.
Baca: Ampyang dan Sambel Pecel, Kuliner Tradisional dari Karanganyar yang Juga Eksis di Mancanegara
“Sajiannya memakai wajan, unik,” kata Wiyono, pekerja pabrik usai menghabiskan semangkuk mie ayam.
Nuryadi, pemilik warung, mengaku ide kreatif pemakaian wajan ini muncul ketika ia sedang berbelanja beberapa waktu lalu.
Saat itu, dia melihat sebuah wajan yang dipakai untuk penampungan malam batik.
“Saya melihatnya akan menjadi unik untuk dijadikan mangkok,” kata Nuryadi kepada awak media, Sabtu (7/7/2018).
Baca: Senin Ini, Cuaca Kota Solo dan Sekitarnya Diperkirakan Cerah Berawan
Sebelumnya, ibunya sudah pernah membuka usaha mi ayam di depan rumah mereka.
Namun, setelah ide unik ini muncul, Nuryadi bersama sang suami dibantu ibu dan adiknya menyewa sebuah bangunan di pinggir Jl Raya Solo-Sragen km 14, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.
Lokasinya strategis di pinggir jalan utama penghubung kota Solo dan kota-kota Ngawi dan Surabaya, Jawa Timur.
Karena itu, sejak dibuka sewaktu lebaran lalu, warung mereka selalu diramaikan pengunjung yang tak hentinya datang.
“Bayangan saya awalnya tidak seramai ini,” kata Nuryadi.
Baca: Ungkap Curhatan Soal Rumah Tangga dengan Suami, Postingan Alyssa Soebandono Banjir Komentar
Pantauan TribunSolo.com, selama kurang lebih dua jam, orang-orang tak henti-hentinya datang memenuhi warung mereka yang berukuran sekitar 3x5 meter.
Belum lagi, beberapa meter di sebelah warung, terdapat sejumlah pabrik sehingga beberapa pembeli mereka merupakan pekerja pabrik.
Untuk harga sekarang masih promosi.
Mi ayam dihargai Rp7 ribu, mie ayam bakso Rp10 ribu, dan bakso Rp12 ribu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mi-ayam-1_20180709_112005.jpg)