Ini Asal-usul Batik Solo dan Jogja selalu Berwarna Cokelat

Batik Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta masuk dalam kategori batik pedalaman.

Penulis: Noorchasanah A | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/NOORCHASANAH ANASTASIA
Koleksi batik Cina di Museum Danar Hadi Solo. Foto diambil Jumat (26/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Noorchasanah A

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Batik Keraton Surakarta (Solo) maupun Jogjakarta identik berwarna cokelat.

Mengapa demikian?

Ternyata ada asal-usulnya.

Dijelaskan oleh Asisten Manajer Galeri Batik Kuno Danar Hadi Solo, Asti Suryo Astuti, gaya batik di Indonesia ada dua macam.

Wali Kota Solo Ajak Peserta Kongres JKPI Borong Batik Solo

Asisten Manajer Galeri Batik Kuno Danar Hadi Solo, Asti Suryo Astuti (kanan), memandu pengunjung yang melihat-lihat koleksi batik tulis di Museum Danar Hadi Solo, Jumat (26/10/2018).
Asisten Manajer Galeri Batik Kuno Danar Hadi Solo, Asti Suryo Astuti (kanan), memandu pengunjung yang melihat-lihat koleksi batik tulis di Museum Danar Hadi Solo, Jumat (26/10/2018). (TRIBUNSOLO.COM/NOORCHASANAH ANASTASIA)

Yakni, gaya batik pedalaman dan batik pesisiran.

Batik Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta masuk dalam kategori batik pedalaman.

Warna cokelat tua, biru tua dan krem, menjadi ciri khas Batik Solo.

Sedangkan warna cokelat tua, biru tua dan putih adalah ciri khas Batik Jogja.

Demi Eksistensi, Pengembangan Motif Batik Kontemporer Perlu Ditingkatkan

Warna-warna tersebut ternyata memiliki makna khusus.

Koleksi batik Belanda di Museum Danar Hadi Solo. Foto diambil Jumat (26/10/2018).
Koleksi batik Belanda di Museum Danar Hadi Solo. Foto diambil Jumat (26/10/2018). (TRIBUNSOLO.COM/NOORCHASANAH ANASTASIA)

Asti mengatakan, tiga warna ini merupakan simbolisasi dari Trimurti, yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Siwa.

"Karena para raja dulunya dianggap sebagai keturunan dewa," kata Asti kepada TribunSolo.com, Jumat (26/10/2018).

"Cerita yang berkembang di dalam keraton seperti itu karena yang memakai raja dan keluarganya," ujar dia melanjutkan.

Sementara itu batik pesisiran biasanya merupakan akulturasi budaya asing, seperti Belanda, Jepang, Cina dan India.

Presiden Jokowi: Saya Yakin Pecinta Batik Mancanegara Juga Pasti Tahu Danar Hadi

Seperti misalnya Batik Belanda dan Batik Cina yang dipamerkan di Museum Danar Hadi.

Batik ini memiliki motif yang kental dengan budaya dari masing-masing negara.

Motif Batik Belanda biasanya berupa bunga-bunga Eropa dan tokoh cerita dongeng terkenal seperti Frederic von Franquemont.

Batik Cina tentunya kental dengan budaya Tionghoa.

Menggunakan warna yang lebih mencolok dengan motif seperti naga dan bunga-bunga. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved