Di dalam forum, para delegasi mempresentasikan riset, sejarah, hingga perkembangan sepeda di negara masing-masing.
Rangkaian Klaten International Cycling Festival (Klicfest) 2026 mulai terasa.
Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Disbudporapar menyiapkan agenda kunjungan ke Sanggar Omah Wayang, Desa Melikan, Lurik Prasojo, dan Desa Ponggok.
Lingga tampak akrab dengan sapi-sapinya. Ia rutin berinteraksi setiap hari, menciptakan kedekatan emosional yang kua
Pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan sore. Biaya yang dikeluarkan pun relatif terjangkau untuk ukuran sapi jumbo.
Bima Seta merupakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) berusia sekitar lima hingga enam tahun. Bobot terakhirnya tercatat 977 kilogram
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut persiapan Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 hampir final.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berharap event internasional ini bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Puncak festival budaya berlangsung pada 23–24 Mei melalui Urban Temple Fest, konser musik, serta berbagai pertunjukan seni.
Selain itu, digelar pameran sepeda klasik serta workshop potensi lokal berbasis cycling atau bersepeda yakni aktivitas mengendarai sepeda
Hari pertama, Jumat (22/5/2026), dibuka dengan jathilan Kuda Lumping dan gala dinner KICF di Paseban Candi Kembar.
Makara tidak hanya hadir sebagai elemen visual, tetapi sebagai representasi tanggung jawab kolektif terhadap budaya.
Kirab dijadwalkan mulai sekitar pukul 13.00 WIB dari area panggung Klicfest di lapangan sebelah Candi Sewu.
Festival berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, dengan rangkaian kegiatan budaya, kirab gunungan, hingga pertunjukan seni
Ditargetkan ada 10.000 peserta pada Klaten International Cycling Festival (KICF), ratusan peserta internasional
Konferensi ini menghadirkan 10 pembicara internasional, 10 pembicara nasional, 4 keynote speaker hingga 250 peserta sektor dari lintas negara.
Konsep event dirancang menyatu dengan destinasi unggulan, terutama kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu hingga desa wisata di sekitar lereng Merapi.
Saat ini, program MBG di Klaten telah menjangkau sekitar 237 ribu penerima manfaat melalui 125 SPPG yang beroperasi.
Hamenang menilai, perputaran dana tersebut harus berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Pendekatan hukum menjadi opsi yang paling terukur dalam menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung cukup lama ini.