BPJS Sebar Buku Khutbah Jumat Dukung Program JKN dan Masifkan Kampanye Gaya Hidup Sehat

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, peserta membayar iuran yang digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Kasi Bimas Kemenag Surakarta Achmad Arifin. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - BPJS Kesehatan Cabang Surakarta menyerahkan buku khutbah Jumat untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kamis (23/4/2026) di The Alana Hotel and Convention Center Solo.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari mengungkapkan dalam buku ini disisipkan materi mengenai kampanye gaya hidup sehat.

"Buku ini merupakan kumpulan khutbah Jumat, untuk mendukung efektivitas pelaksanaan layanan syariah Program JKN, yang didukung oleh Dewan Penasihat Syariah (DPS) BPJS Kesehatan,"

"Buku ini juga mengintegrasikan pesan keagamaan, dengan nilai kesehatan dan jaminan sosial, sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan serta memperkuat pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap Program JKN,” kata Debbie dalam sambutannya.

Kasi Bimas Kemenag Surakarta Achmad Arifin mengapresiasi langkah ini. Ia berharap tokoh agama bisa berpartisipasi dalam menyukseskan program JKN.

Baca juga: Gelar Rekonsiliasi, BPJS Kesehatan Surakarta Pastikan Ketepatan Data Peserta se-Soloraya

“Dengan adanya bahan materi penyuluhan di masyarakat harapannya kami bisa lebih menyampaikan bagaimana program ini ke masyarakat. Sebagai sebuah sinergi antara kami dan BPJS Kesehatan dengan ulama dan tokoh masyarakat se-Soloraya. Tentu strategis dalam rangka membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah amanah yang harus dijaga,” terangnya.

Selain itu, buku khutbah ini juga mensosialisasikan sistem BPJS Kesehatan dengan prinsip gotong royong.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, peserta membayar iuran yang digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan.

“Bagaimana kita bayar tidak mesti kita yang memakai. Bagaimana kita gotong royong dan tetap sehat,” tuturnya.

Brand Ambassador BPJS Kesehatan I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha atau yang akrab disapa Ade Rai ikut hadir dalam acara Sosialisasi Program JKN Kepada Tokoh Agama Tokoh Masyarakat ini.

Ia berharap dengan dimasifkannya gaya hidup sehat bisa menekan defisit BPJS Kesehatan.

“1.277 triliun yang dikeluarkan negara selama 12 tahun terakhir. Dan bisa bayangin nanti dalam 12 tahun ke depan, berapa lagi yang harus dikeluarkan untuk flattening the curve. Kalau kita berbicara kurvanya yang terlalu tinggi di mana orang yang sakit, tenaga kesehatannya kurang yang sakitnya kebanyakan. Nah itu bisa diantisipasi dengan cara masyarakatnya kita mulai pola hidup sehat,” ungkapnya.

Baca juga: Bupati Hamenang Pastikan Fasilitasi Reaktivasi BPJS PBI Masyarakat Klaten

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved