Hobart, Kota Unik Pemilik Dua Wajah Berbeda yang Menawan

Praktis, kota Hobart sebenarnya "terjepit" di antara kawasan perairan di satu sisi dan di sisi lain berdiri tegak sebuah gunung

(Kompas.com/Ervan Hardoko)
Suasana di salah satu sudut kota Hobart, Tasmania. 

TRIBUNSOLO.COM - Kota Hobart, ibu kota negara bagian Tasmania, Australia, memang sebuah tempat yang unik.

Bagaimana tidak, Hobart mungkin menjadi satu dari sedikit kota di dunia yang memiliki "dua wajah" yang berbeda.

Wajah pertama Hobart adalah sebuah kota yang cukup ramai dengan pusat keramaian dan perekonomiannya terpusat di kawasan waterfront-nya.

Namun, hanya sepelemparan batu, Hobart menawarkan wajah lain yaitu kawasan dataran tinggi yaitu Gunung Wellington yang menjulang setinggi 1.271 meter di atas permukaan laut.

Praktis, kota Hobart sebenarnya "terjepit" di antara kawasan perairan di satu sisi dan di sisi lain berdiri tegak sebuah gunung yang puncaknya hanya berjarak 22 kilometer dari pusat kota Hobart.

Baca: Jelang Perayaan Natal, Resinda Hotel Suguhkan Kemajemukan Seni Indonesia

Puncak Gunung Wellington amat populer di kalangan para turis dan warga setempat.

Dari puncak gunung ini, di hari yang cukup cerah, pengunjung bisa melihat kota Hobart terhampar di kaki bukit ini. 

Untuk menuju ke gunung ini paling mudah adalah menggunakan mobil karena tersedia jalan yang cukup mulus hingga ke puncak Gunung Wellington.

"Namun, banyak juga yang bersepeda atau berjalan kaki hingga ke puncak. Jika berjalan kaki dibutuhkan waktu kira-kira empat jam," ujar Pete, pemandu KompasTravel yang bersama Dwidaya Tour memenuhi undangan Tourism Tasmania.

Baca: OPEC dan Rusia Sepaham Soal Perpanjangan Pemangkasan Produksi Minyak

Dalam perjalanan menuju ke puncak Gunung Wellington, terlihat jelas perbedaan vegetasi sepanjang perjalanan.

Di wilayah yang masih dekat dengan kota Hobart, di sisi kiri dan kanan jalan didominasi rimbunnya pohon Fern, tanaman khas Tasmania.

Separuh perjalanan, vegetasi berubah dan mulai didominasi pohon eukaliptus alias kayu putih.

Dan semakin dekat dengan puncak pepohonan besar menghilang dan digantikan semak serta bebatuan besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved