Wisata di Solo
Wisata Sejarah di Solo : Pasar Triwindu Punya Koleksi Barang Antik dan Spot Instagramable
Nama Triwindu sendiri berasal dari kata Jawa tri (tiga) dan windu (delapan tahun), melambangkan 24 tahun kepemimpinan sang raja.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Pasar Antik Triwindu Solo, didirikan 1939 oleh Mangkunegara VII, awalnya pasar sederhana kini jadi pusat barang antik.
- Menjual perabot jadul, lampu, keris, batik, dan barang vintage dengan suasana klasik dan banyak spot foto.
- Terletak di Jalan Diponegoro dekat Pura Mangkunegaran, buka tiap hari 09.00–16.00 WIB, bawa tunai dan minta izin sebelum foto.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pasar Antik Triwindu adalah salah satu ikon wisata budaya di Kota Solo, Jawa Tengah.
Dibangun pada tahun 1939 oleh K.G.P.A.A. Mangkunegara VII sebagai hadiah peringatan tiga windu (24 tahun) masa pemerintahannya, pasar ini awalnya hanyalah deretan meja sederhana yang menjual kue, pakaian, majalah, atau koran.
Nama “Triwindu” sendiri berasal dari kata Jawa tri (tiga) dan windu (delapan tahun), melambangkan 24 tahun kepemimpinan sang raja.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an
Seiring waktu, Pasar Triwindu mengalami transformasi.
Pada 1970, pasar mulai dikenal sebagai pusat barang antik, menjual peralatan makan hingga keramik Cina kuno.
Renovasi besar dilakukan pada 2008, menambah lantai menjadi dua dan menyesuaikan arsitektur dengan budaya Kota Solo.
Pada 2011, nama pasar kembali ke “Pasar Triwindu” dan hingga kini tetap menjadi destinasi utama bagi kolektor maupun wisatawan.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Sejarah di Klaten : Candi Plaosan Saksi Bisu Cinta Beda Agama di Era Kerajaaan
Lokasi Strategis dan Akses Mudah
Pasar Antik Triwindu terletak di Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Solo, hanya sekitar 300 meter dari Pura Mangkunegaran.
Posisi strategis ini memudahkan akses dari Stasiun Solo Balapan, Terminal Tirtonadi, maupun pusat kota.
Area parkir yang memadai membuat pengunjung bisa datang dengan mobil atau sepeda motor, menjadikannya destinasi nyaman untuk wisata belanja dan foto.
Suasana Pasar dan Aktivitas Pengunjung
Memasuki pasar, pengunjung akan disambut lorong-lorong penuh kios yang menampilkan perabot rumah tangga jadul, lampu gantung antik, uang kertas dan koin kuno, hingga keris dan wayang kulit.
Aroma kayu tua dan logam menambah kesan klasik.
Para pedagang ramah melayani kolektor serius maupun wisatawan yang hanya ingin melihat-lihat.
Banyak sudut pasar juga menarik untuk berfoto, menjadikannya kombinasi antara pusat belanja dan destinasi budaya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Siang Enak di Sukoharjo Jateng Selain Soto, Pecinta Pedas Merapat!
Ragam Barang Antik
| Masjid Zayed Solo Tak Dibuka 24 Jam! Simak Aturan Jam Kunjungnya |
|
|---|
| Panduan Berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed Solo, Cek Aturan dan Jam Operasionalnya |
|
|---|
| Menilik Sejarah Keraton Surakarta yang Usianya Lebih Tua dari Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| 4 Destinasi Wisata Solo Jadi Favorit Wisatawan Saat Lebaran 2026, Kunjungan Tembus 345 Ribu Orang |
|
|---|
| Ingin Menginap Dekat Taman Balekambang Solo, Coba Tiga Hotel Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-pasar-triwindu-solo-dari-depan.jpg)