Perdana Menteri Haider al-Abadi Sebut Ada Penyusup pada Aksi Protes di Irak

Selain itu, 190 orang lainnya dikabarkan luka-luka, kata badan hak asasi manusia pada Senin (17/7/2018), media Anadolu melaporkan.

Penulis: rika apriyanti | Editor: Hanang Yuwono
Aljazeera.com
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM- Aksi unjuk rasa di Irak selatan telah menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia.

Selain itu, 190 orang lainnya dikabarkan luka-luka, kata badan hak asasi manusia pada Senin (17/7/2018), media Anadolu melaporkan.

Para demonstran turun ke jalan untuk berjuang melawan korupsi.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut dibukanya lapangan kerja dan peningkatan layanan publik.

770 Mahasiswa Unisri Solo Jalani KKN di Karanganyar

Hal itu disampaikan Fadil el-Garavi, anggota Komisi Hak Asasi Manusia yang terkait dengan parlemen Irak, kepada Anadolu Agency.

Fadil juga mengungkapkan rasa sedihnya atas korban luka yang termasuk di antaranya 128 anggota pasukan keamanan.

Protes telah berlangsung di kota-kota Basra, Maysan, Dhi Qar, Najaf, Karbala dan ibu kota, Baghdad.

Ketegangan terus meningkat di Basra sejak pekan lalu terutama setelah seorang demonstran tewas oleh pasukan keamanan.

Tiba di PN Jakarta Timur, Dhawiya Zaida Diam Seribu Bahasa dan Tutupi Wajahnya

Provinsi Basra merupakan daerah yang menyumbang sekitar 80 persen minyak mentah untuk ekspor Irak.

Selama bertahun-tahun, warga di Basra mengeluhkan tentang penggunaan sumber daya manusia dari negara lain bukan dari penduduk setempat oleh sektor energi domestik.

Protes itu dimulai di Basra awal pekan lalu, setelah penduduk kota paling kaya minyak di Irak itu sudah bosan dengan kemiskinan, terbatasnya aliran air bersih dan listrik, serta musim panas, yang bisa mendekati 50 derajat Celsius pada puncak musim. 

Dilansir TribunSolo.com dari VOA, Perdana Menteri Haider al-Abadi mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “para penyusup” telah menggunakan “protes damai untuk menyerang properti pemerintah dan swasta.” 

 Hari Terakhir Pendaftaran Bacaleg 2019, Partai Demokrat Jadi Pendaftar Pertama ke KPU Karanganyar

Melihat hal itu, Abadi berjanji bahwa pasukan pemerintah “akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melawan orang-orang itu 

Sebagai tanggapan atas aksi tersebut, Abadi setelah melakukan kunjungan dari KTT di Brussels langsung ke Basra.

Sesampaianya di Basra, dia meminta Perusahaan Minyak Basra agar mempekerjakan lebih banyak penduduk setempat. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved