Cuaca Terik Ancam Konsentrasi Pengendara, Astra Motor Jateng Ingatkan Bahaya Microsleep

Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Tayang:
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Hanang Yuwono
dok. Astra Motor Jateng
BERKENDARA - Ilustrasi berkendara saat cuaca panas dan terik. Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, menjelaskan, suhu udara yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan tubuh dan otak dalam merespons situasi di jalan. 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG – Gelombang panas yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir tak hanya membuat aktivitas warga terasa lebih berat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Saat melintasi jalur Pantura maupun menghadapi kemacetan di kawasan perkotaan seperti Semarang dan Solo pada siang hari, pengendara tidak hanya dituntut waspada terhadap kondisi lalu lintas, tetapi juga harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima.

Baca juga: Pelajar di Daerah Kini Bisa Naik Kelas Lewat TEFA Astra Honda

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, menjelaskan, suhu udara yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan tubuh dan otak dalam merespons situasi di jalan.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti ponsel pintar yang dibiarkan terlalu lama di bawah terik matahari. Perangkat akan mengalami overheat, kinerjanya melambat, bahkan bisa mati mendadak.

"Tubuh dan otak manusia bekerja dengan cara yang hampir sama. Saat berkendara di tengah suhu yang sangat panas, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan diri melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, dehidrasi dapat terjadi dan memengaruhi konsentrasi pengendara," jelasnya.

Menurut Oke, dehidrasi dapat memicu penurunan fokus, memperlambat respons, hingga menyebabkan microsleep atau tertidur beberapa detik tanpa disadari.

Baca juga: Astra Honda Buka Pos AHASS TEFA, Siswa SMK Ditempa Layaknya Mekanik Profesional!

Kondisi tersebut sangat berbahaya. Pada kecepatan 60 kilometer per jam, sepeda motor dapat melaju sekitar 16,6 meter setiap detik.

Artinya, pengendara yang mengalami microsleep selama tiga detik akan kehilangan kendali kendaraan hingga sejauh 50 meter.

Selain menguras energi fisik, cuaca panas juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis pengendara.

Emosi menjadi lebih mudah terpancing saat menghadapi situasi di jalan, mulai dari kemacetan hingga perilaku pengguna jalan lain yang dianggap mengganggu.

Di sisi lain, suhu aspal yang tinggi juga dapat memengaruhi daya cengkeram ban.

Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Binaan Astra Honda Siap Taklukan Sirkuit Barcelona !

Kondisi tangan yang berkeringat pun berpotensi mengurangi kenyamanan dan kontrol saat menggenggam setang kendaraan.

Karena itu, Oke mengimbau pengendara menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga keselamatan selama musim kemarau.

Di antaranya dengan menjaga asupan cairan, menggunakan perlengkapan berkendara yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik, serta mengenali tanda-tanda kelelahan tubuh.

Pengendara disarankan tidak menunggu haus untuk minum dan sebaiknya beristirahat setiap 60 hingga 90 menit saat melakukan perjalanan jauh.

Baca juga: Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram

Penggunaan jaket berprotektor dengan bahan yang mampu mengalirkan udara serta visor helm yang bersih juga dapat membantu mengurangi dampak panas dan silau matahari.

"Jika leher mulai terasa kaku atau menguap berulang kali dalam waktu singkat, jangan dipaksakan. Menepilah dan beristirahat di tempat yang aman," ujarnya.

Oke menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengendara.

“Berkendara di jalan raya bukan sekadar soal keterampilan memutar tuas gas atau kemahiran meliuk di antara kendaraan. Esensi tertinggi dari keselamatan berkendara adalah manajemen energi tubuh dan kontrol emosi, serta #Cari_Aman selalu,” pungkas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved