Pencabulan Anak di Solo

Perjuangan Ibu Korban Predator Seksual di Solo : Telusuri Jejak, 3 Bulan Pelaku Tertangkap

Akhirnya pelaku ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (14/8/2025) di rumahnya di Kecamatan Banjarsari.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hati R remuk redam setelah tahu anaknya menjadi salah seorang korban kekerasan seksual oleh seorang predator seksual AI.

Dirinya mengaku gemetar saat mengumpulkan kesaksian para korban lainnya sebelum melaporkan kejadian ini.

“Saya kumpulkan sambil sama ndredeg takut namanya baru pertama kali. Biasanya lihat TV ini terjadi sama anak saya. Di situ saya tanya ternyata kejadiannya benar,” ungkap R, saat ditemui TribunSolo.com, Senin (18/8/2025).

Mulanya ia mendapati anaknya menjadi korban berdasarkan cerita keponakannya. 

Setelah itu ia berusaha mengumpulkan kesaksian para korban.

“Pertama itu keponakan saya Q itu cerita ke adik saya M bahwa yang namanya A melakukan pencabulan. Soalnya dia pernah mergoki sendiri. Terus hari berikutnya saudara saya M itu bilang ke saya, Mbak Bapaknya A cabul. Tanyain aja anakmu. Katanya gitu. Terus langsung anak itu saya kumpulkan korbannya N, F, S. Saya kumpulkan sore itu juga,” ujar R.

PREDATOR SEKSUAL - Ilustrasi kekerasan seksual. Seorang predator seksual berinisial AI ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (14/8/2025) di Kecamatan Banjarsari. Kasus pelecehan ini terungkap setelah orang tua korban, R mendapat cerita dari keponakannya yang bercerita aksi bejat pelaku kepada anaknya.
PREDATOR SEKSUAL - Ilustrasi kekerasan seksual. Seorang predator seksual berinisial AI ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (14/8/2025) di Kecamatan Banjarsari. Kasus pelecehan ini terungkap setelah orang tua korban, R mendapat cerita dari keponakannya yang bercerita aksi bejat pelaku kepada anaknya. (TribunSolo.com/Aji Bramastra)

Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, ia memutuskan untuk melaporkan aksi bejat pelaku ke pihak berwajib pada 6 Juni 2025.

“Terus saya bilang sama Bu Catur yang ngurusi PPA Kelurahan. Saya lewat Bu Catur kaget diinterogasi. Saya ke RT, RW, Pak Lurah, Bhabinkamtibmas. Ini udah kriminal. Sudah tidak bisa mediasi. Jadi harus melapor. Sama anaknya Pak RT harus melapor. Masuk kriminal. Tanggal 6 Juni idul adha saya lapor ke PPA Polresta Surakarta. Terus ditindaklanjuti langsung BAP. Korbannya banyak tapi saya yang melapor salah satu mewakili semua,” tuturnya.

Namun, hatinya makin hancur berkeping-keping saat mengetahui hasil visum. 

Sebab, kemaluan anaknya robek akibat tindakan bejat pelaku.

“Keterangan korban jarinya pelaku sampai ke kemaluan anak saya. Terus sama Pak Heri dilakukan visum ke RS Moewardi. Kita disuruh pulang habis sholat isya ke Moewardi. Setelah visum benar ternyata terjadi robek anak saya sama N,” ungkap R.

Setelah semua bukti dikumpulkan, butuh waktu 3 bulan hingga akhirnya pihak kepolisian menangkap pelaku.

“Laporan tanggal 6 Juni lebaran haji. Udah 3 bulan dari proses lama dari BAP, gelar perkara, mengumpulkan barang bukti. BAP sampai 3 kali,” urai R.

Akhirnya pelaku ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (14/8/2025) di rumahnya di Kecamatan Banjarsari.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved