Ramadhan 2026
Mengenal Jaburan, Tradisi Bagi-bagi Makanan Selama Ramadhan yang Masih Dilestarikan di Solo Raya
Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk sedekah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan penuh berkah ini.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Jaburan adalah pemberian jamuan makanan oleh warga ke masjid setelah salat tarawih atau tadarus Al-Qur'an, sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan.
- Bisa berupa makanan ringan, takjil, atau nasi, diberikan setelah tarawih atau sore hari untuk anak-anak tadarus, dengan jadwal sukarela yang mengatur distribusinya.
- Tradisi ini memotivasi anak-anak untuk rajin beribadah, memperkuat ukhuwah, dan mendukung jamaah yang melaksanakan ibadah malam, serta memperkenalkan nilai tolong-menolong.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Solo Raya, tradisi jaburan masih bertahan, bertujuan melestarikan semangat kebersamaan dan kekeluargaan selama bulan Ramadhan.
Jaburan merujuk pada pemberian jamuan makanan oleh warga kepada masjid, yang kemudian dibagikan kepada jamaah yang melaksanakan ibadah, seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk sedekah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan penuh berkah ini.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo, Rabu 18 Februari 2026, Cek Waktu Berbuka Puasa!
Waktu dan Jenis Jamuan dalam Tradisi Jaburan
Jaburan biasanya diberikan setelah salat tarawih, namun ada pula yang dibagikan pada sore hari, terutama bagi anak-anak yang sedang tadarus menjelang berbuka puasa.
Makanan yang diberikan dalam jaburan bervariasi, mulai dari makanan ringan, takjil buka puasa, hingga makanan berat seperti nasi dan lauk.
Di beberapa masjid, takmir akan membuat jadwal pemberian jaburan agar tidak terjadi penumpukan, meskipun tradisi ini bersifat sukarela dan tidak memaksa.
Warga yang ingin berpartisipasi dapat memberikan jaburan kapan saja selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Daftar Masjid di Solo yang Menyediakan Sahur Gratis di 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
Manfaat Jaburan
Selain mempererat ukhuwah antar warga, jaburan memiliki manfaat lain, seperti memotivasi anak-anak untuk datang ke masjid dan menunaikan ibadah tarawih serta tadarus.
Ini juga menjadi sarana pembelajaran agama yang mengajarkan nilai berbagi dan tolong-menolong kepada generasi muda.
Lebih jauh, jaburan turut memberikan dukungan bagi jamaah yang melaksanakan qiyam (ibadah setelah tarawih) sehingga mereka tidak perlu pulang ke rumah untuk makan atau minum, cukup menikmati hidangan yang disediakan di masjid.
Tradisi Jaburan di Solo dan Penyebarannya
Meskipun jaburan lebih dikenal di wilayah Solo Raya, tradisi ini tidak hanya terbatas pada kota tersebut.
Tradisi ini juga berkembang di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatera, terpengaruh oleh migrasi penduduk dari Jawa.
Jaburan bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi juga simbol kebersamaan yang mengikat komunitas dan menghidupkan suasana keagamaan selama bulan Ramadhan.
(*)
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo, Kamis 19 Maret 2026 : Cek Jam Adzan Maghrib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sejumlah-anak-yatim-menikmati-takjil-dalam-buka-puasa.jpg)