Ramadhan 2026

Mengenal Jaburan, Tradisi Bagi-bagi Makanan Selama Ramadhan yang Masih Dilestarikan di Solo Raya

Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk sedekah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan penuh berkah ini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
tribun timur/muhammad abdiwan
NIKMATI BUKA PUASA - Sejumlah anak yatim menikmati takjil dalam buka puasa di Hotel Horison jalan Jenderal Sudirman Makassar, Minggu (20/7/2014). Di Solo Raya, ada tradisi bernama jaburan yakni jamuan untuk jemaah masjid selama Ramadhan, biasanya diberikan selepas shalat tarawih. (tribun timur/muhammad abdiwan) 
Ringkasan Berita:
  • Jaburan adalah pemberian jamuan makanan oleh warga ke masjid setelah salat tarawih atau tadarus Al-Qur'an, sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan.
  • Bisa berupa makanan ringan, takjil, atau nasi, diberikan setelah tarawih atau sore hari untuk anak-anak tadarus, dengan jadwal sukarela yang mengatur distribusinya.
  • Tradisi ini memotivasi anak-anak untuk rajin beribadah, memperkuat ukhuwah, dan mendukung jamaah yang melaksanakan ibadah malam, serta memperkenalkan nilai tolong-menolong.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Solo Raya, tradisi jaburan masih bertahan, bertujuan melestarikan semangat kebersamaan dan kekeluargaan selama bulan Ramadhan.

Jaburan merujuk pada pemberian jamuan makanan oleh warga kepada masjid, yang kemudian dibagikan kepada jamaah yang melaksanakan ibadah, seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.

Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk sedekah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan penuh berkah ini.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo, Rabu 18 Februari 2026, Cek Waktu Berbuka Puasa!

Waktu dan Jenis Jamuan dalam Tradisi Jaburan

Jaburan biasanya diberikan setelah salat tarawih, namun ada pula yang dibagikan pada sore hari, terutama bagi anak-anak yang sedang tadarus menjelang berbuka puasa.

Makanan yang diberikan dalam jaburan bervariasi, mulai dari makanan ringan, takjil buka puasa, hingga makanan berat seperti nasi dan lauk.

Di beberapa masjid, takmir akan membuat jadwal pemberian jaburan agar tidak terjadi penumpukan, meskipun tradisi ini bersifat sukarela dan tidak memaksa.

Warga yang ingin berpartisipasi dapat memberikan jaburan kapan saja selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Daftar Masjid di Solo yang Menyediakan Sahur Gratis di 10 Hari Terakhir Ramadan 2026

Manfaat Jaburan

Selain mempererat ukhuwah antar warga, jaburan memiliki manfaat lain, seperti memotivasi anak-anak untuk datang ke masjid dan menunaikan ibadah tarawih serta tadarus.

Ini juga menjadi sarana pembelajaran agama yang mengajarkan nilai berbagi dan tolong-menolong kepada generasi muda.

Lebih jauh, jaburan turut memberikan dukungan bagi jamaah yang melaksanakan qiyam (ibadah setelah tarawih) sehingga mereka tidak perlu pulang ke rumah untuk makan atau minum, cukup menikmati hidangan yang disediakan di masjid.

Tradisi Jaburan di Solo dan Penyebarannya

Meskipun jaburan lebih dikenal di wilayah Solo Raya, tradisi ini tidak hanya terbatas pada kota tersebut.

Tradisi ini juga berkembang di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatera, terpengaruh oleh migrasi penduduk dari Jawa.

Jaburan bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi juga simbol kebersamaan yang mengikat komunitas dan menghidupkan suasana keagamaan selama bulan Ramadhan.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved