Ramadhan 2026

Mengenal Puasa Bedug, Puasa Setengah Hari yang Populer di Solo Raya, Haram Dilakukan Orang Dewasa

Banyak usia dewasa melakukan puasa bedug, entah karena alasan sakit, tidak kuat, atau memang tidak berniat puasa penuh.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOLASE TRIBUN VIDEO
PUASA - Ilustrasi puasa Ramadhan. Di Solo Raya, ada istilah puasa bedug, yakni puasa yang dijalankan hingga waktu Zuhur (ketika azan Zuhur dikumandangkan). 
Ringkasan Berita:
  • Puasa bedug adalah latihan bagi anak-anak sebelum baligh, dijalankan dari fajar hingga azan Zuhur, lalu boleh makan-minum dan melanjutkan hingga Magrib jika mampu.
  • Anak-anak dianjurkan berlatih puasa untuk terbiasa, tapi tidak diwajibkan sebelum baligh.
  • Orang dewasa wajib puasa penuh; puasa setengah hari tanpa alasan syar’i hukumnya haram.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bulan Ramadan biasanya disambut dengan penuh suka cita, termasuk oleh anak-anak.

Meskipun belum diwajibkan berpuasa, orang tua bisa mengenalkan anak pada puasa bedug atau puasa setengah hari sebagai latihan sebelum mencapai usia baligh.

Namun lucunya, puasa bedug ini kerap jadi lelucon di Solo Raya, Jawa Tengah, tiap Ramadan.

Baca juga: Sejarah Es Cao, Kuliner Legendaris yang jadi Salah Satu Hidangan Buka Puasa Populer di Solo Raya

Banyak usia dewasa melakukan puasa bedug, entah karena alasan sakit, tidak kuat, atau memang tidak berniat puasa penuh.

Lantas, puasa bedug itu seperti apa, sampai jam berapa, dan bagaimana hukumnya? Berikut penjelasannya.

Pengertian Puasa Bedug

Puasa bedug adalah puasa yang dijalankan hingga waktu Zuhur (ketika azan Zuhur dikumandangkan).

Tradisi ini dikenal di berbagai daerah, seperti “sabedug” di Sunda, dan bertujuan sebagai latihan bagi anak-anak agar terbiasa menahan diri dari makan dan minum sebelum usia wajib berpuasa.

Menurut buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, puasa bedug dilakukan dari fajar hingga Zuhur, kemudian anak diperbolehkan makan dan minum.

Anak bisa melanjutkan berpuasa hingga Magrib jika sudah terlatih.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo Senin 23 Februari 2026 : Yuk Cek Waktu Adzan Maghrib

Waktu Pelaksanaan Puasa Bedug

Puasa bedug dimulai dari terbit fajar hingga azan Zuhur.

Anak-anak yang menjalankan puasa ini biasanya kemudian diperbolehkan makan-minum, lalu berpuasa kembali hingga Magrib.

Jika anak sudah terbiasa, durasinya bisa diperpanjang hingga sore atau sepanjang hari.

Prinsip utama puasa bedug adalah melatih anak agar terbiasa dengan ritme puasa sebelum diwajibkan secara penuh ketika mereka baligh.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo Senin 23 Februari 2026 : Yuk Cek Waktu Adzan Maghrib

Usia yang Dianjurkan untuk Puasa Bedug

Puasa bedug ditujukan untuk anak-anak yang belum baligh. Menurut hadits Rasulullah SAW:

“Pena diangkat (gugur kewajiban) dari tiga: orang gila, orang tidur, dan anak kecil hingga baligh.” (HR Abu Dawud)
Meski belum diwajibkan, anak-anak dianjurkan untuk berlatih puasa jika mampu. Abu Maryam Kautsar Amru menulis,

“Kalau anak berumur sepuluh tahun dan mampu berpuasa, maka dibiasakan.”

Syekh Ibnu Utaimin juga menegaskan bahwa anak kecil yang kuat dianjurkan berlatih puasa agar terbiasa saat sudah baligh.

Hukum Puasa Bedug bagi Orang Dewasa

Bagi orang dewasa yang sudah baligh, puasa setengah hari atau puasa bedug hukumnya haram.

Hal ini karena mereka wajib menjalankan puasa penuh dari fajar hingga Magrib.

Al-Qur’an menegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 187:

“…makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.”

Berbuka di siang hari tanpa alasan syar’i seperti sakit atau perjalanan jauh dianggap membatalkan puasa dan berdosa.

Alasan yang Membolehkan Berbuka Puasa

Islam memberi keringanan bagi kondisi tertentu, termasuk:

  • Sakit parah
  • Hamil atau menyusui
  • Dalam perjalanan jauh
  • Orang dewasa yang sedang sakit tetap bisa berpuasa jika tubuhnya memungkinkan. Bila berpuasa membahayakan kesehatan, diperbolehkan berbuka dan mengganti di hari lain (qada) atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat.

Hukum Puasa Setengah Hari karena Sakit

Puasa setengah hari tidak dikenal dalam syariat Islam.

Puasa yang sah adalah menahan diri dari fajar hingga Magrib.

Hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menjelaskan: saat ayat tentang benang putih dan hitam turun, umat mulai menyadari bahwa waktu puasa dimulai sejak terbit fajar dan diakhiri Magrib.

Bagi orang dewasa yang sakit, berlaku tiga kondisi:

  • Sakit ringan: tetap boleh berpuasa kecuali membahayakan.
  • Sakit berat: wajib berbuka karena puasa haram bagi kesehatan.
  • Sakit sedang: diperbolehkan berbuka jika puasa memperparah kondisi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved