Fakta Menarik Tentang Sukoharjo

Profil Desa Trangsan: Sentra Rotan Tertua dan Terbesar di Jawa Tengah

Sukoharjo memiliki Desa Trangsan, Desa ini terkenal dengan kerajinan rotannya. Pusat kerajinan rotan ini sudah ada sejak tahun 1927.

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
Proses pembuatan keranjang parcel dengan bahan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (8/4/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Desa Wisata Rotan di Desa Trangsan kini makin terkenal. 

Apalagi kini perkembangannya tak hanya soal mabel saja, ada berbagai acara seperti Gerebek Penjalin di desa itu. 

Desa Trangsan, yang terletak di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, telah dikenal luas sebagai pusat kerajinan rotan sejak tahun 1927.

Berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Surakarta, desa ini telah berkembang menjadi sentra rotan terbesar di Provinsi Jawa Tengah dan menempati posisi kedua terbesar di Indonesia.

Sejarah dan Perkembangan

Keterampilan mengolah rotan di Desa Trangsan berawal dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Dahulu, pembuatan mebel dan kerajinan rotan dilakukan secara sederhana di rumah-rumah penduduk.

Namun, seiring berjalannya waktu, keterampilan ini terus berkembang hingga menghasilkan produk-produk berkualitas yang diminati pasar nasional maupun internasional.

Sentra Industri Permebelan

Sebagai pusat industri rotan, Desa Trangsan tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi magnet kerja sama di bidang permebelan. Skala usaha di desa ini pun sangat luas, mulai dari industri rumah tangga hingga produksi skala besar untuk kebutuhan ekspor. Hal ini menjadikan Trangsan sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Perajin keranjang parcel dari bahan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, selama bulan Ramadhan kebanjiran pesanan.
Perajin keranjang parcel dari bahan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, selama bulan Ramadhan kebanjiran pesanan. (Tribunsolo.com/Anang)

Wisata Edukasi dan Kreativitas

Selain dikenal sebagai sentra industri, Desa Trangsan juga menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Desa ini menghadirkan wisata edukasi yang memungkinkan individu, kelompok, komunitas, maupun organisasi untuk mengenal lebih dekat dunia rotan.

Pengunjung dapat belajar mengenai proses pembuatan mebel, mencoba langsung teknik dasar menganyam, hingga memahami nilai budaya yang melekat pada kerajinan ini.

Potensi Masa Depan

Dengan kekayaan tradisi, keterampilan, dan inovasi, Desa Trangsan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Potensi kerja sama di sektor industri kreatif terbuka lebar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keunikan produk dan nilai budaya yang terkandung menjadikan Desa Trangsan bukan hanya pusat produksi, tetapi juga destinasi wisata alternatif yang edukatif dan inspiratif.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved