Kebakaran di Sukoharjo

Sampai September 2025, Ada 116 Kejadian Kebakaran di Sukoharjo

Damkar Sukoharjo mencatat ada ratusan kejadian kebakaran dari Januari hingga September 2025. 

Istimewa
ILUSTRASI KEBAKARAN. Kejadian kebakaran di Sukoharjo mencapai ratusan sampai September 2025. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUBSOLO.COM, SUKOHARJO - Menjelang akhir tahun, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo mencatat telah terjadi 116 kasus kebakaran sepanjang periode Januari hingga September 2025. 

Angka ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dibanding periode yang sama tahun 2024 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, menyebutkan kejadian kebakaran tahun ini relatif lebih rendah. 

Tahun 2024 lalu, Damkar mencatat sebanyak 216 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga Desember.

“Untuk periode Januari–September 2025 tercatat ada 116 kejadian kebakaran yang tersebar di 12 kecamatan. Angka ini lebih kecil dibanding periode yang sama tahun 2024, yang mencapai 216 kasus,” terang Margono, Kamis (2/10/2025).

Berdasarkan data Damkar Satpol PP Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo menjadi wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi, yakni 17 kejadian. 

Baca juga: Kisah Warga Boyolali, Ikuti Mobil Damkar Sepulang Salat Jumat, Ternyata Rumahnya yang Terbakar

Disusul Kecamatan Grogol dengan 11 kejadian, sementara kecamatan lainnya rata-rata di bawah enam kasus.

Meski secara total menurun, Margono menyebut tren peningkatan tetap terjadi di bulan Mei, Juni, dan Juli 2025. 

Lonjakan tersebut dipicu oleh faktor perubahan musim dan meningkatnya suhu udara pada periode kemarau.

“Selain faktor cuaca panas, banyak kasus juga dipicu kelalaian masyarakat, seperti korsleting listrik dan meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar Satpol PP Sukoharjo telah berkoordinasi dengan seluruh camat dan perangkat desa. 

Surat edaran resmi juga telah diterbitkan agar informasi kewaspadaan kebakaran bisa diteruskan hingga ke tingkat RT dan RW.

Margono menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan pengelolaan api terbuka. 

“Dengan kesadaran bersama, diharapkan angka kebakaran bisa terus ditekan,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved