Remaja Tertemper Kereta Api di Sragen

Insiden KA di Sragen, KAI Daop 6 Soroti Pelanggaran di Perlintasan Sebidang

Kecelakaan kereta terjadi di Sragen, seorang remaja berusia 12 tahun meninggal dunia.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api. (TribunSolo.com/Istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Remaja 12 tahun tewas tertemper KA 192 Joglosemarkerto saat menyeberang rel di Sragen, Jumat (24/4/2026) pukul 16.18 WIB.
  • Seluruh awak dan penumpang kereta selamat, perjalanan kembali dilanjutkan pukul 16.19 WIB usai kejadian.
  • KAI mengimbau masyarakat disiplin di perlintasan sebidang, selalu berhenti dan memastikan jalur aman sebelum menyeberang.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Remaja 12 tahun tewas tertemper kereta api saat menyeberang rel di wilayah Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore.

Diketahui, kereta yang terlibat kecelakaan tersebut adalah KA 192 Joglosemarkerto relasi Tegal–Solo Balapan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kejadian tersebut terjadi di petak jalan Sumberlawang–Salem Km 88+3 pada pukul 16.18 WIB.

Meskipun demikian, dia menyebut seluruh awak dan penumpang KA 192 Joglosemarkerto dalam kondisi selamat dan perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 16.19 WIB.

"Pasca kejadian tersebut, tubuh korban kemudian dievakuasi ke RS Assalam Gemolong," kata Feni, Jumat (24/4/2026).

Feni sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut karena korban melakukan pelanggaran di perlintasan sebidang.

Ia mengatakan kejadian itu dapat membahayakan keselamatan, baik petugas kereta api, penumpang, maupun pengguna jalan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati, disiplin mematuhi rambu-rambu yang ada, dan berhenti sejenak untuk memastikan keamanan jalur sebelum melintasi perlintasan sebidang kereta api," kata dia.

“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar melintas hanya di perlintasan resmi dan berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman serta tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkas Feni.

Menyeberang Rel dengan Menuntun Sepeda

Remaja 12 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, tewas tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di wilayah Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore.

Remaja itu tewas saat hendak menyeberang rel kereta dengan menuntun sepedanya.

Kapolsek Gemolong AKP Liyan Prasetyo mengatakan, kronologi awal, Caesar Chiko Purnama (12), warga Dukuh Sidodadi, Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, hendak menyeberang rel kereta api di wilayah Kelurahan Kwangen sekitar pukul 16.15 WIB.

"Korban saat itu hendak menyeberang rel kereta api dengan menuntun sepeda angin merek Polygon," kata Liyan, Jumat (24/4/2026).

Liyan mengatakan, pada waktu bersamaan kereta api Joglosemarkerto melintas dari arah utara ke selatan.

KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api.
KECELAKAAN - Seorang remaja berusia 12 tahun tewas setelah tertemper kereta api Joglosemarkerto saat melintas di rel di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4/2026) sore. Saat kejadian, korban sedang menuntun sepeda dari arah barat ke timur dengan maksud menyeberangi rel kereta api. (TribunSolo.com/Istimewa)

Jarak Terlalu Dekat

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved