Pengukuhan Pengurus PWI Pusat

Dukung Pengukuhan Pengurus PWI di Monumen Pers Solo, Menteri Meutya Hafid: Tempat Bersejarah

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendukung pengukuhan pengurus PWI di Solo. Sebab, Monumen Pers adalah bangunan bersejarah.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
PENGUKUHAN. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengukuhkan kepengurusan periode 2025-2030 di Monumen Pers Nasional, Sabtu (4/10/2025). Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendukung pengukuhan di Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengukuhkan kepengurusan periode 2025-2030 di Monumen Pers Nasional, Solo pada Sabtu (4/10/2025).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan monumen ini menjadi tempat bersejarah lahirnya PWI pada tahun 1956.

“Ini kan bersejarah sekali. Makanya kita pilih Kota Solo dan Monumen Pers karena dulunya memang dilahirkan di sini dan kembali ke sini kita juga berharap kembali ke Monumen Pers semangat persatuan lebih tinggi setinggi dulu ketika PWI dilahirkan,” ungkapnya.

Tidak heran jika gedung yang semula bernama Societeit Sasana Soeka ini dipilih menjadi tempat pengukuhan.

Gedung ini menyimpan sejarah bagaimana memori kolektif bangsa dibangun.

“Beberapa waktu lalu sekitar 1 bulan lalu kami berkunjung ke Monumen Pers. Kami merasa tempat ini tepat sekali dalam kerangka pengukuhan PWI Pusat tahun 2025-2030,” terang Meutya Hafid.

Baca juga: PWI Pusat Kukuhkan Kepengurusan Baru di Solo, Fokus pada Perkembangan Dunia Digital

Ia berharap pengukuhan tidak hanya peristiwa seremoni.

Lebih jauh ia menaruh harapan agar momen pengukuhan dimaknai sebagai pijakan agar PWI dapat melangkah ke depan dalam menjaga profesionalitas insan pers.

“Dari sini lahir peristiwa bersejarah denyut kebangsaan yang membuat PWI dilahirkan di tempat ini menjadi garda terdepan menjaga memori kolektif bangsa sekaligus mengawal demokrasi. Karena itu momentum pengukuhan bukan hanya seremonial tapi kesempatan berharga menegaskan kembali arti penting pers sebagai cahaya kebenaran dan penguat bangsa,” terang Meutya Hafid.

Ia berharap pengukuhan ini menjadi batu loncatan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi dalam perkembangan media digital.

Kepengurusan PWI yang terdiri dari anak muda hingga kader senior diharapkan bisa bertransformasi menghadapi digitalisasi.

“Dari sini kita bisa terus bersatu dan mengeluarkan inovasi. Kami senang sekali lihat kepengurusan menyatukan berbagai pihak. Usianya mulai dari yang senior dengan wartawan muda juga cukup banyak. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi PWI yang transformatif. Tantangan pers di era digitalisasi tidak mudah,” tuturnya. 

Fokus Perkembangan Dunia Digital

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir mengungkapkan pihaknya akan berfokus mendorong agar pers dapat beradaptasi pada kemajuan media digital.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved