Demo Satu Tahun Prabowo Gibran
Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Aliansi BEM Solo Raya Layangkan 5 Tuntutan, Soroti Program MBG
Aksi tersebut merupakan respons atas berbagai program unggulan pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak signifikan
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (20/10/2025).
Aksi ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, dan membawa lima tuntutan utama sebagai bentuk evaluasi terhadap program-program pemerintah.
Koordinator Aliansi BEM Solo Raya, Ridwan Nur Hidayat, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas berbagai program unggulan pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Pertama, kami menagih janji dari Wapres Gibran yang berasal dari Kota Surakarta, yakni membuka 19 juta lapangan pekerjaan. Namun hingga saat ini implementasinya belum benar-benar nyata," ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih memang membuka peluang kerja, tetapi belum efektif dalam mencapai target 19 juta lapangan pekerjaan.
Ia juga menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilai masih bermasalah di lapangan, termasuk munculnya kasus keracunan makanan di beberapa daerah.
“Program MBG seharusnya memberikan manfaat bagi siswa-siswa dari SD hingga SMA, namun justru ada kasus keracunan di Surakarta, Sukoharjo, dan Karanganyar. Ini membuktikan pemerintah hanya menjalankan formalitas tanpa memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan,” tegasnya.
Tuntutan kedua menyangkut penegakan hukum yang dinilai belum transparan dan masih dipengaruhi kepentingan politik.
Mahasiswa menyoroti belum tuntasnya kasus pelanggaran HAM masa lalu serta masih terjadinya tindakan represif oleh aparat.
“Kami ingin hukum benar-benar ditegakkan secara adil. Pelanggaran HAM sejak 1998 belum tuntas, bahkan tindakan represif aparat masih terus terjadi, termasuk di Surakarta pada 29 Agustus kemarin,” tambah Ridwan.
Baca juga: Aliansi BEM Solo Raya Tantang Wapres Gibran Debat Terbuka, Pertanyakan 19 Juta Lapangan Kerja
Tuntutan ketiga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai kontradiktif dengan kondisi kabinet saat ini.
“Presiden Prabowo di awal periode menyampaikan efisiensi anggaran, tetapi kenyataannya kabinet justru semakin gemuk. Ini kontradiktif dan menunjukkan efisiensi hanya menjadi jargon,” kata Ridwan.
Tuntutan keempat menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, bukan kepada kelompok elit atau oligarki.
“Kebijakan ekonomi saat ini masih berpihak pada kalangan elit. Pemerintah seharusnya memprioritaskan kesejahteraan rakyat kecil dan pelaku usaha mikro,” pungkas Ridwan.
Seperti diketahui, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
(*)
Satu Tahun Prabowo Gibran
Kartasura
Sukoharjo
Aliansi BEM Solo Raya
Aksi demo
TribunBreakingNews
Breaking News
Prabowo Subianto
Gibran Rakabuming Raka
| Imbas Aksi Demo BEM Solo Raya di Tugu Kartasura Sukoharjo, Arus Lalu Lintas Sempat Dialihkan |
|
|---|
| Soroti Deretan Kasus Keracunan, BEM Solo Raya Tuding Program Makan Bergizi Gratis Hanya Formalitas |
|
|---|
| Aliansi BEM Solo Raya Tantang Wapres Gibran Debat Terbuka, Pertanyakan 19 Juta Lapangan Kerja |
|
|---|
| Aksi BEM Solo Raya di Tugu Kartasura Sukoharjo, Tagih Janji Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran |
|
|---|
| BREAKING NEWS: BEM Solo Raya Gelar Demo Satu Tahun Prabowo–Gibran di Kartasura Hari Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Aliansi-BEM-Solo-Raya-menggelar-aksi-unjuk-rasa.jpg)