Demo Satu Tahun Prabowo Gibran

Soroti Deretan Kasus Keracunan, BEM Solo Raya Tuding Program Makan Bergizi Gratis Hanya Formalitas

Koordinator Aliansi BEM Solo Raya, Ridwan Nur Hidayat, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf
EVALUASI PRABOWO GIBRAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (20/10/2025). Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Koordinator Aliansi BEM Solo Raya, Ridwan Nur Hidayat, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menilai program nasional tersebut masih menyisakan banyak persoalan di lapangan, terutama terkait kasus keracunan makanan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, khususnya wilayah Solo Raya.

Ridwan menyebut, program yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar dari jenjang SD hingga SMA itu belum berjalan maksimal dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Program MBG seharusnya memberikan manfaat bagi siswa-siswa dari SD hingga SMA, namun justru ada kasus keracunan di Surakarta, Sukoharjo, dan Karanganyar. Ini membuktikan pemerintah hanya menjalankan formalitas tanpa memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan,” tegas Ridwan, Senin (20/10/2025).

EVALUASI PRABOWO GIBRAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (20/10/2025). Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
EVALUASI PRABOWO GIBRAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (20/10/2025). Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Ridwan menilai kasus-kasus tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dalam implementasi program MBG.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga harus menjamin kualitas, keamanan, dan kandungan gizi dari makanan yang diberikan.

“Tujuan program ini sangat baik, tapi kalau pelaksanaannya tidak diawasi dengan ketat, justru bisa berdampak buruk bagi siswa. Pemerintah harus memastikan program MBG benar-benar menyehatkan, bukan malah membahayakan,” lanjutnya.

Aliansi BEM Solo Raya mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi total terhadap mekanisme pelaksanaan MBG.

Evaluasi tersebut mencakup proses pengadaan, distribusi, hingga standar kebersihan makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah.

Mahasiswa menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak boleh hanya menjadi ajang pencitraan politik, melainkan harus memberi manfaat nyata bagi generasi muda.

Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Aliansi BEM Solo Raya Layangkan 5 Tuntutan, Soroti Program MBG

Seperti diketahui, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved