Dari Desa Miskin jadi Desa Sejahtera, Umbul Pelem Klaten Ubah Hidup Warga Lewat Jaminan Sosial

Di balik riuhnya Umbul Pelem Klaten, destinasi wisata satu ini menjadi pelindung bagi warga di sekitarnya. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
WISATA UMBUL PELEM : Wisatawan memadati obyek wisata Umbul Pelem, di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, beberapa waktu lalu. Umbul Pelam kini bak perisai bagi warga desa karena pendapatannya bisa mengcover seluruh warga tanpa terkecuali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Suasana Umbul Pelem yang terletak di Jalan Tegalgondo - Janti, Dukuh, Wunut, Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 9 September 2025 kala itu tampak ramai. Celoteh anak-anak dan percikan air dari kolam membuat suasana Umbul Pelem semakin hidup.

Di balik riuhnya Umbul Pelem Klaten, destinasi wisata satu ini menjadi pelindung bagi warga di sekitarnya. Layaknya orangtua yang menjaga anak-anaknya berenang, Umbul Pelem pun sama.

Menuju ke Desa Wunut, kawasan satu ini tidak ramai oleh baliho kemenangan lomba desa, tidak pula sibuk mengejar predikat-predikat seremonial. Wunut justru mengarahkan tenaganya pada sesuatu yang lebih fundamental: memastikan setiap warganya aman, terlindungi, dan dihargai.

Dari Belik Kecil Menjadi Sumber Kesejahteraan

Bagi warga Wunut, Umbul Pelem dulunya hanya “tuk kecil” yang nyaris terabaikan. Tidak megah seperti Ponggok atau Cokro. Namun keberanian kepala desa dan integritas perangkat desanya mengubah sejarah. Dana Desa yang kala itu masih fleksibel mulai digunakan sebagai modal pembangunan wisata.

Pembangunan dilakukan bertahap. Sejak 2016, Umbul Pelem Water Park tumbuh menjadi ikon desa dan perisai bagi warga-warganya. Dari hanya belik kecil, kini menjadi pusat ekonomi yang menghasilkan pendapatan hingga Rp 26 miliar dan membuat warganya makmur plus terlindungi.

Potret pengunjung wisata air Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, pada Rabu (26/12/2024).
WISATA KLATEN - Potret pengunjung wisata air Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, pada Rabu (26/12/2024). (Tribun Solo / Ibnu Tamtomo)

Selama beberapa tahun belakangan, Umbul Pelem menjadi jantung dari program kesejahteraan Desa Wunut, terutama jaminan sosial. 

Konsep “Desa Hadir” bukan jargon atau omong-omong saja di Wunut. Kepala Desa Iwan Sulistiya Setiawan menjabarkannya sebagai tanggung jawab sosial desa yang sesungguhnya: memastikan setiap keluarga merasakan kehadiran negara, melalui desa.

"Desa Wunut sebelum tahun 2018 termasuk desa miskin. Alhamdulillah dari desa miskin kita bisa menjadi desa sejahtera," kata Iwan.

Sejak 2019, ia mulai merintis langkah besar: mendaftarkan warganya ke program jaminan sosial BPJS. Dimulai dari perangkat desa, BPD, RT/RW, kemudian meluas menjadi program yang menyentuh hampir seluruh penduduk.

Seiring waktu, pendapatan Desa Wunut terus bertambah karena desa wisata. Ketika itu Iwan pun mendaftarkan warganya untuk memiliki BPJS Kesehatan.

“Manfaatnya, warga bisa berobat gratis dengan pembayaran ditanggung desa dari BUMDes Sumber Kamulyan,” ucap Iwan, Kamis (20/3/2025).

Selain itu, Iwan Sulistya juga melakukan langkah berani. Dia mengikutsertakan warganya ke BPJS Ketenagakerjaan. Bagi banyak desa, BPJS Ketenagakerjaan dianggap sesuatu yang mahal dan sulit diwujudkan. Namun Wunut memilih sebaliknya: menjadikan jaminan ketenagakerjaan sebagai “hak” bagi warganya.

PENGHARGAAN. Kepala Desa Wunut Iwan Sulistyawan (kanan),menerima penghargaan kategori penggerak ekonomi lokal anugrah karsa desa mandiri yang diserahkan Direktur Tribun Network Febby Mahendra Putra dalam acara Cita Loka Fest 2025, yang berlangsung di Alila Hotel Solo pada Rabu (5/11/2025).
PENGHARGAAN. Kepala Desa Wunut Iwan Sulistyawan (kanan),menerima penghargaan kategori penggerak ekonomi lokal anugrah karsa desa mandiri yang diserahkan Direktur Tribun Network Febby Mahendra Putra dalam acara Cita Loka Fest 2025, yang berlangsung di Alila Hotel Solo pada Rabu (5/11/2025). (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Setiap tahun, Desa Wunut mengalokasikan:Rp 624 juta untuk BPJS Ketenagakerjaan. Seluruh dana tersebut bersumber dari hasil Umbul Pelem.

Di desa ini, setiap warga usia pekerja kini telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Mereka bukan hanya peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), tetapi sebagian juga diikutsertakan dalam Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Ada yang mendapat dua program, ada yang tiga, semuanya menyesuaikan kategori pekerja dan kebutuhan perlindungan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved