Temuan Arca di Sragen
Arca yang Ditemukan di Kampung Teguhan Sragen Bagian dari Candi, Diduga untuk Peribadatan
Agastya adalah dewa dari Agama Hindu, banyak sisa-siswa masyarakat Hindu waktu itu di Sragen, wujudnya arca-arca yang ukurannya tidak terlalu besar
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pamong Budaya Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Anjarwati Sri Sayekti mengatakan arca yang ditemukan di Kampung Teguhan merupakan bagian candi.
Terutama arca yang terbuat dari batuan andesit hitam, yang masih agak jelas wujudnya meski sudah aus.
Dimana, arca tersebut terlihat memiliki sandaran pada bagian belakangnya.
Tak hanya itu, juga terlihat seperti bentuk bulan yang berada di sekitar kepala arca tersebut.
Dengan begitu, Anjarwati menyebut arca tersebut perwujudan dari dewa.
Baca juga: Cerita Penemuan 2 Arca di Kampung Teguhan Sragen, Diperkirakan Berasal dari Utara & Selatan Bengawan
"Kalau ada sandarannya berarti dia posisinya ada di 4 penjuru mata angin yang berada di sebuah candi, cuma kita belum bisa memastikan, dan ukurannya juga kecil," ujarnya kepada TribunSolo.com.
"Ukurannya kecil itu pasti ditempatkan di relung candi dari 4 penjuru mata anggin, hanya saja dari candi apa itu yang belum kita tahu," sambungnya.
Ia mengidentifikasikan bahwa arca dari batu andesit hitam merupakan perwujudan Dewa Agastya.
Karena memiliki karakter perut buncit, posisi berdiri, kemudian ada bentuk menyerupai bulan pada kepala.
"Agastya itu adalah dewa dari Agama Hindu, Sragen itu banyak sisa-siswa masyarakat Hindu waktu itu, wujudnya arca-arca yang ukurannya tidak terlalu besar," terangnya.
"Kemungkinan iya (arca peribadatan), misalnya bisa untuk pemujaan, dia bisa menetralkan daerah-daerah yang dianggap pingit, atau daerah-daerah yang dianggap sumber kehidupan manusia, dalam artian seperti sendang, punden, masyarakat sekarang menyebutnya punden, kalau dulu itu sebenarnya untuk melindungi daerah sumber kehidupan itu," pungkasnya.
Baca juga: Asal-usul Situs Candi Menggung di Tawangmangu Karanganyar : Ada 2 Arca Keramat, Dulu Tempat Pemujaan
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Diduga-arca-Agastya-yang-terbuat-dari-batuan-andesit.jpg)