Temuan Arca di Sragen

Tak Cuma Arca, Warga Kampung Teguhan Sragen Juga Temukan Teko Buatan Jepang dan Batu Lumpang

Penemu batu lumpang, Priyanto mengatakan diperkirakan batu lumpang tersebut berukuran cukup besar, hampir satu meja besarnya.

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Teko buatan Jepang yang ditemukan di samping rumah warga Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sragen. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Teguhan, Sragen Wetan, menemukan batu lumpang berukuran besar yang masih terkubur di lokasi bekas rumah, selain dua arca peninggalan abad 10–13.
 
  • Pamong Budaya Disdikbud Sragen menyebut batu lumpang diduga berasal dari era prasejarah, lebih tua dari arca, dan kemungkinan berasal dari lokasi lain.
 
  • Di lokasi yang sama juga ditemukan teko keramik putih bermotif bunga, diduga produk Jepang atau era Jawa Kuno terkait jalur perdagangan Bengawan Solo.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sragen tidak hanya menemukan arca peninggalan antara abad 10-13 saja.

Namun, juga menemukan batu lumpang di lokasi yang sama, di bekas rumah seseorang, yang kini akan dibangun rumah lagi.

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, batu lumpang tersebut masih terkubur di dalam tanah.

Saat coba digali sedikit, batu lumpang tersebut memiliki ukuran yang cukup besar.

Namun, batu lumpang tersebut belum dipindahkan setelah ditinjau langsung tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen.

Baca juga: Arca yang Ditemukan di Kampung Teguhan Sragen Bagian dari Candi, Diduga untuk Peribadatan

Penemu batu lumpang, Priyanto mengatakan diperkirakan batu lumpang tersebut berukuran cukup besar, hampir satu meja besarnya.

"Iya, ada peninggalan lagi, batu lumpang ada disitu, besar ukurannya, satu meja penuh," katanya kepada TribunSolo.com.

Terpisah, Pamong Budaya dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Anjarwati Sri Sayekti mengatakan batu lumpang tersebut diperkirakan peninggalan era prasejarah.

"Disini ada kemungkinan batu lumpang, batu lumpang itu jauh eranya lebih tua lagi (dari temuan arca), karena di era prasejarah itu sudah ada batu lumpang," jelasnya.

"Batu lumpang fungsinya ketika era klasik akan berubah menjadi yoni, jadi ini budaya prasejarah yang masih digunakan di erah-era berikutnya," sambungnya.

Ia menyimpulkan bahwa dua arca dan batu lumpang yang ditemukan di satu lokasi yang sama tersebut, bisa dipastikan bukan berasal dari lokasi tersebut.

Selain itu, warga Kampung Teguhan juga tersebut juga menemukan teko antik, yang ditemukan di samping rumah.

Baca juga: Arca Agastya Batu Andesit Ditemukan Warga Sragen, Diduga Peninggalan Abad 10-13

Teko tersebut berwarna putih, dengan ornamen bunga warna-warni.

"Kalau teko itu masuknya era keramik, di era berikutnya, bunga seperti itu dari karakternya produk Jepang, tapi bisa juga digunakan era Jawa Kuno," ujar Anjarwati.

"Belum era Mataram Hindu, lebih ke Jawa Kuno, ketika sudah ada pertukaran atau perdagangan melalui Bengawan Solo, nah terjadilah tukar menukar keramik, era Jepang, ketika Jepang mulai masuk wilayah Jawa," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved