Fakta Menarik Tentang Klaten
Klaten Punya Banyak Umbul, dari Mana Sumber Airnya yang Melimpah? Ternyata Berkah Gunung Merapi
Selain pariwisata, mata air di Klaten dimanfaatkan untuk sektor produktif lain, terutama perikanan air tawar.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Klaten dijuluki Kota Seribu Umbul karena memiliki ratusan mata air jernih berdebit besar yang menjadi sumber wisata, ekonomi desa, pertanian, dan industri.
- Umbul-umbul seperti di Desa Ponggok dan Wunut sukses dikelola sebagai wisata air, meningkatkan pendapatan desa hingga menyejahterakan warga.
- Air Klaten berasal dari daerah resapan lereng timur Gunung Merapi, sehingga konservasi hulu sangat penting agar mata air tetap lestari.
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai Kota Seribu Umbul.
Julukan ini bukan tanpa alasan.
Wilayah yang berada di antara Kota Solo dan Yogyakarta tersebut memiliki ratusan mata air alami dengan debit besar dan air yang sangat jernih.
Baca juga: Kenapa Tugu Lilin jadi Lambang Kota Solo dan Persis Solo? Ini Sejarahnya
Mata air atau umbul ini tidak hanya menjadi sumber kehidupan warga, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata, penggerak ekonomi desa, hingga penopang sektor pertanian dan industri.
Salah satu contoh paling sukses adalah Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, yang kini dikenal sebagai desa wisata air kelas nasional.
Keberhasilan Ponggok bahkan kerap dijadikan rujukan pengelolaan desa berbasis potensi alam.
Umbul sebagai Sumber Wisata dan Kemakmuran Desa
Di Desa Ponggok terdapat sejumlah umbul terkenal, seperti Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro.
Setiap umbul menawarkan karakter unik, mulai dari kolam snorkeling dengan ikan warna-warni hingga kolam alami yang dikelilingi sawah dan pepohonan rindang.
Pengelolaan wisata umbul ini memberikan dampak ekonomi nyata.
Baca juga: Kenapa The Spirit Of Java jadi Slogan Kota Solo? Ini Sejarah dan Maknanya
Salah satu bukti paling mencolok adalah Kantor Desa Ponggok yang megah, bahkan kerap disebut menyerupai hotel berbintang.
Pendapatan desa dari sektor wisata juga digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Tak hanya Ponggok, Desa Wunut di Kecamatan Tulung juga merasakan manfaat serupa.
Berkat pengelolaan Umbul Pelem, pemerintah desa bahkan mampu membagikan THR sebesar Rp200.000 per orang kepada seluruh warganya.
Sebuah contoh bagaimana mata air dapat menjadi sumber kesejahteraan kolektif.
Air Melimpah untuk Perikanan dan Pertanian
| Jejak Sejarah Masjid Sorowaden dan Kisah Kiai Sorowadi, Saksi Bisu Syiar Islam di Klaten |
|
|---|
| Jejak Sejarah Masjid Tiban Puluhan Klaten : Dibangun di Tengah Hutan, Peninggalan Sunan Kalijaga |
|
|---|
| Asal-usul Masjid Alit Jatinom Klaten : Dibangun Ki Ageng Gribig pada Abad ke-17 |
|
|---|
| Kisah Dibangunnya Masjid Al Makmur Majasem Klaten : Usianya Dipercaya Lebih dari 6 Abad |
|
|---|
| Asal-usul Deles Indah yang Kini jadi Wisata Hits di Klaten, Namanya Konon Diambil dari Daendels |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Umbul-Kemanten-di-Desa-Sidowayah-Klaten.jpg)