Ojol Geruduk Dishub Klaten

Titik Jemput Ojol di Stasiun Klaten Lebih Dekat, Opang Minta Saling Pengertian : Ruang Kami Terbatas

Pengemudi ojek pangkalan (Opang) meminta semua pihak untuk saling memahami aturan yang telah disepakati bersama.

Tayang:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
TITIK JEMPUT - Seseorang sedang melintasi kawasan depan Stasiun Klaten, Senin (12/1/2026). Hasil mediasi antara ojek online (Ojol) dan ojek pangkalan (Opang) di Stasiun Klaten menetapkan titik jemput baru yang lebih dekat, yakni di dekat pintu keluar parkiran stasiun, 

Ringkasan Berita:
  • Titik penjemputan ojek online di Stasiun Klaten kini lebih dekat setelah kesepakatan mediasi Opang dan Ojol yang difasilitasi Dishub Klaten
  • Perwakilan Opang meminta saling pengertian, mengingat ruang kerja mereka terbatas hanya di stasiun, berbeda dengan Ojol yang memiliki wilayah operasional lebih luas
  • Hasil mediasi menetapkan pangkalan Opang berada di utara stasiun dekat pohon beringin, dengan larangan parkir di depan stasiun, dan sebagian Opang memilih tidak beralih menjadi Ojol.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Titik penjemputan penumpang ojek online (Ojol) di Stasiun Klaten kini berubah menjadi lebih dekat.

Menyikapi perubahan tersebut, pengemudi ojek pangkalan (Opang) meminta semua pihak untuk saling memahami aturan yang telah disepakati bersama.

Kesepakatan ini merupakan hasil mediasi antara perwakilan Opang dan Ojol yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten pada Senin (12/1/2025).

Hasil Mediasi di Dishub Klaten

Mediasi yang digelar Dishub Klaten menghasilkan sejumlah ketentuan baru terkait penataan area pangkalan dan penjemputan penumpang di sekitar Stasiun Klaten.

Salah satu poinnya adalah penetapan lokasi pangkalan Opang di sekitar pohon beringin yang berada di sisi utara stasiun.

Meski demikian, para pengemudi Opang tetap dilarang memarkirkan kendaraan di area larangan parkir yang berada tepat di depan Stasiun Klaten.

Sikap Ojek Pangkalan: Minta Saling Pengertian

Salah satu perwakilan Opang, Edy, menyampaikan sikapnya terkait hasil mediasi tersebut.

Ia menilai keputusan itu sebagai sesuatu yang wajar di tengah perkembangan zaman, namun tetap berharap adanya saling pengertian antar pihak.

"Kalau bagi kami ya biasa saja ya wajar, karena dituntut dengan eranya. Tapi ya yang kami harapkan itu saling pengertian," ujarnya kepada wartawan usai mediasi.

MEDIASI - Mediasi antara ojek online (Ojol) dan ojek pangkalan (Opang) Stasiun Klaten, Senin (12/1/2026). Pertemuan menetapkan kesepakatan titik jemput baru yang lebih dekat, yakni di dekat pintu keluar parkiran stasiun.
MEDIASI - Mediasi antara ojek online (Ojol) dan ojek pangkalan (Opang) Stasiun Klaten, Senin (12/1/2026). Pertemuan menetapkan kesepakatan titik jemput baru yang lebih dekat, yakni di dekat pintu keluar parkiran stasiun. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Edy menegaskan bahwa Opang bukan menuntut penghormatan berlebihan, melainkan penghargaan terhadap ruang kerja mereka yang terbatas.

"Kami itu tidak gila hormat, tapi (minta) dihargai. Karena kita itu hanya satu titik. Dalam arti satu titik itu kan hanya pengharapannya di stasiun saja," ucapnya.

Perbedaan Ruang Gerak Opang dan Ojol

Menurut Edy, kondisi tersebut berbeda dengan Ojol yang memiliki ruang operasional jauh lebih luas.

Pengemudi Ojol dapat menjemput dan mengantar penumpang di berbagai lokasi, bahkan lintas daerah.

Hal inilah yang menurutnya perlu menjadi bahan pertimbangan bersama agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved