Ojol Geruduk Dishub Klaten
Titik Jemput Ojol di Stasiun Klaten Lebih Dekat, Opang Minta Saling Pengertian : Ruang Kami Terbatas
Pengemudi ojek pangkalan (Opang) meminta semua pihak untuk saling memahami aturan yang telah disepakati bersama.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Titik penjemputan ojek online di Stasiun Klaten kini lebih dekat setelah kesepakatan mediasi Opang dan Ojol yang difasilitasi Dishub Klaten
- Perwakilan Opang meminta saling pengertian, mengingat ruang kerja mereka terbatas hanya di stasiun, berbeda dengan Ojol yang memiliki wilayah operasional lebih luas
- Hasil mediasi menetapkan pangkalan Opang berada di utara stasiun dekat pohon beringin, dengan larangan parkir di depan stasiun, dan sebagian Opang memilih tidak beralih menjadi Ojol.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Titik penjemputan penumpang ojek online (Ojol) di Stasiun Klaten kini berubah menjadi lebih dekat.
Menyikapi perubahan tersebut, pengemudi ojek pangkalan (Opang) meminta semua pihak untuk saling memahami aturan yang telah disepakati bersama.
Kesepakatan ini merupakan hasil mediasi antara perwakilan Opang dan Ojol yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten pada Senin (12/1/2025).
Hasil Mediasi di Dishub Klaten
Mediasi yang digelar Dishub Klaten menghasilkan sejumlah ketentuan baru terkait penataan area pangkalan dan penjemputan penumpang di sekitar Stasiun Klaten.
Salah satu poinnya adalah penetapan lokasi pangkalan Opang di sekitar pohon beringin yang berada di sisi utara stasiun.
Meski demikian, para pengemudi Opang tetap dilarang memarkirkan kendaraan di area larangan parkir yang berada tepat di depan Stasiun Klaten.
Sikap Ojek Pangkalan: Minta Saling Pengertian
Salah satu perwakilan Opang, Edy, menyampaikan sikapnya terkait hasil mediasi tersebut.
Ia menilai keputusan itu sebagai sesuatu yang wajar di tengah perkembangan zaman, namun tetap berharap adanya saling pengertian antar pihak.
"Kalau bagi kami ya biasa saja ya wajar, karena dituntut dengan eranya. Tapi ya yang kami harapkan itu saling pengertian," ujarnya kepada wartawan usai mediasi.
Edy menegaskan bahwa Opang bukan menuntut penghormatan berlebihan, melainkan penghargaan terhadap ruang kerja mereka yang terbatas.
"Kami itu tidak gila hormat, tapi (minta) dihargai. Karena kita itu hanya satu titik. Dalam arti satu titik itu kan hanya pengharapannya di stasiun saja," ucapnya.
Perbedaan Ruang Gerak Opang dan Ojol
Menurut Edy, kondisi tersebut berbeda dengan Ojol yang memiliki ruang operasional jauh lebih luas.
Pengemudi Ojol dapat menjemput dan mengantar penumpang di berbagai lokasi, bahkan lintas daerah.
Hal inilah yang menurutnya perlu menjadi bahan pertimbangan bersama agar tidak terjadi gesekan di lapangan.
| Tak Lagi Jalan Jauh, Penumpang Sambut Aturan Baru Titik Jemput Ojol di Stasiun Klaten : Sudah Better |
|
|---|
| Hasil Mediasi Ojol dan Opang, Sepakat Titik Jemput Lebih Dekat di Pintu Keluar Parkir Stasiun Klaten |
|
|---|
| Aturan Radius Penjemputan Ojol Kereta Api di Klaten, Driver Sebut Bikin Penumpang Tak Nyaman |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Ratusan Driver Ojol Geruduk Dishub Klaten, Soroti Aturan Jemput Penumpang di Stasiun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Seseorang-sedang-melintasi-kawasan-depan-Stasiun-Klaten-Senin-1212026-2.jpg)