Ramadhan 2026

Jelang Ramadhan, Mawar di Lereng Merapi Boyolali Jadi Ladang Uang, Harga Tembus Rp100 Ribu per Takar

Saat ini, harga bunga mawar di tingkat petani mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per takar ceting.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
PANEN CUAN - Petani di lereng Merapi tepatnya Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, tengah memanen bunga mawar, Rabu (4/2/2026). Menjelang bulan suci Ramadan, harga bunga mawar yang biasa digunakan untuk ziarah dan tabur bunga mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, harga bunga mawar di tingkat petani mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per takar ceting. 

Kondisi serupa dirasakan Aprilia, petani bunga mawar di Dukuh Montong, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari.

Di tengah kebunnya yang dipenuhi bunga siap petik, Aprilia mengaku bersyukur dengan kenaikan harga tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini harganya bagus,” ujar Aprilia.

Baca juga: Mengenal Sadranan, Tradisi di Lereng Merapi-Merbabu Boyolali, saat Tamu Harus Makan demi Silaturahmi

Menurut Aprilia, permintaan bunga mawar mulai meningkat sejak sepekan terakhir.

Lonjakan itu seiring dengan tradisi masyarakat yang mulai berziarah ke makam keluarga menjelang Ramadan, termasuk dalam rangkaian tradisi Sadranan yang masih kuat dijaga.

Dari kebun miliknya, Aprilia mampu memanen rata-rata 15 takar bunga mawar setiap hari.

Hasil panen tersebut langsung dijual ke pengepul untuk kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah, mulai dari Solo Raya hingga Yogyakarta.

"Harganya tiap hari berbeda. Tergantung permintaan. Tapi kalau jelang Ramadhan ini harganya selalu tinggi," pungkasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved