Gempa Pacitan

Gotong Royong, Warga Bantu Pasang Genteng Rumah Warga Karanganyar Terdampak Gempa

Warga Dusun Geneng saling membantu untuk menata genteng rumah Parno yang terdampak gempa. Mereka memasang genteng itu.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
GOTONG ROYONG. Penampakan warga Dusun Geneng, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar pasang genteng di atas rumah Parno (44), Jum'at (6/2/2026). Budaya saling membantu masih dipertahankan warga. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto) 

Ringkasan Berita:
  • Gempa Pacitan menyebabkan atap genteng rumah Parno (44), warga Dusun Geneng, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, jatuh dan pecah pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
  • Pasca kejadian, warga sekitar bergotong royong memperbaiki atap rumah dengan menaiki atap dan memasang kembali genteng yang melorot maupun pecah.
  • Camat Jatiyoso Mahmud Azis Arifin menyebut kerja bakti dilakukan secara gugur gunung.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Atap genteng rumah milik warga Dusun Geneng, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, jatuh dan pecah setelah diguncang gempa Pacitan, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Pasca kejadian tersebut, tetangga melakukan gotong royong memasang kembali genteng rumah yang terimbas bencana.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak warga Dusun Geneng berkumpul di rumah Parno (44) pukul 12.30 WIB atau selepas salat Jumat.

Terlihat mereka menaiki atap rumah Parno yang masih tembus cahaya matahari.

Sekitar enam orang tetangga membantu memasang dan menata rapat genteng menggunakan tangga bambu.

Di bawah, Parno telah menyiapkan hidangan makanan dan minuman.

Camat Jatiyoso Mahmud Azis Arifin mengatakan warga melakukan kerja bakti mengembalikan genteng yang melorot akibat gempa.

Parno mengaku sekitar 500 genteng hancur.

Meski demikian, untungnya ia masih memiliki cadangan genteng untuk memperbaiki atap rumahnya.

Sekolah Juga Terdampak

Sebuah sekolah yang berada di Kabupaten Karanganyar mengalami kerusakan dampak gempa bumi yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bangunan sekolah yang terdampak gempa bumi itu adalah SD Negeri 3 Beruk yang berada di Kecamatan Jatiyoso.

"Empat bangunan di wilayah Kecamatan Jatiyoso, terasa terdampak gempa bumi Pacitan, tadi dinihari, salah satunya bangunan SDN 3 Beruk," kata Hendro, Jumat, (6/2/2026).

Baca juga: Cerita Warga Jatiyoso yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa Pacitan: Getaran Kedua Bikin Genteng Melorot

Hendro menjelaskan kerusakan akibat gempa bumi itu berada di beberapa titik sekolah, mulai dari pada plafon atap kelas ukuran 6 meter x 7 meter di 4 kelas, atap kuda-kuda di 1 kelas dan terdapat tiga retakan tembok di 3 kelas.

"‎Beberapa bangunan mengalami retakan pada dinding, plafon runtuh sebagian, serta genteng ada yang berjatuhan," kata dia.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved