Pendaki Hilang di Mongkrang
Imbas Penutupan Bukit Mongkrang Karanganyar, Pedagang Jalur Pendakian Hentikan Aktivitas
Enam pedagang lokal terpaksa menghentikan kegiatan mereka karena akses pendakian masih ditutup.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Penutupan Bukit Mongkrang pasca pencarian pemuda Desa Gawanan membuat enam pedagang lokal di jalur pendakian berhenti berjualan
- Pendakian ditutup sementara untuk pembenahan jalur, pembersihan sampah, dan pemulihan vegetasi, serta memasuki bulan Ramadhan
- Pembukaan kembali masih menunggu arahan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Penutupan sementara Bukit Mongkrang setelah pencarian pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, resmi berakhir, berdampak pada aktivitas pedagang yang biasa berjualan di jalur pendakian.
Enam pedagang lokal terpaksa menghentikan kegiatan mereka karena akses pendakian masih ditutup.
Pengelola Bukit Mongkrang, Nuryono, menjelaskan bahwa penutupan ini dilakukan bukan hanya pasca-operasi pencarian, tetapi juga untuk pembenahan jalur pendakian dan pembersihan sampah.
"Pendakian kami tutup, karena diperlukan pembenahan jalur serta pembersihan sampah di lokasi atas," kata Nuryono, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, pedagang yang terdampak berasal dari warga lokal sekitar Bukit Mongkrang dan pulang-pergi setiap hari, tanpa menetap di kawasan pendakian.
"Semua aktivitas termasuk, aktivitas berjualan dihentikan sementara, namun terkait informasi berapa lama durasi pendakian, belum ada informasi, belum ada rapat atau pembahasan lebih lanjut mengenai pembukaan kembali," jelas Nuryono.
Penutupan Bukit Mongkrang Pasca Pencarian
Pencarian pemuda asal Desa Gawanan resmi ditutup Selasa (11/2/2026) setelah korban ditemukan.
Meskipun operasi SAR selesai, pengelola Bukit Mongkrang memutuskan untuk tidak membuka jalur pendakian terlebih dahulu, seiring pertimbangan memasuki bulan Ramadhan.
"Opsar sudah selesai dan survivor sudah ditemukan, namun Bukit Mongkrang masih ditutup," ujar Nuryono.
Baca juga: Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Kemungkinan hingga Akhir Ramadhan
Pertimbangan Pemerintah Provinsi Jateng
Sebelumnya, Sekda Jawa Tengah, Sumarno, menyarankan penutupan pendakian Bukit Mongkrang selama Ramadhan untuk memperbaiki vegetasi dan kondisi jalur pendakian yang terganggu.
Banyak ilalang yang menutupi akses pendakian sehingga memerlukan perbaikan.
"Operasional Mongkrang setiap kejadian jadi bahan evaluasi kita bahwa terkait jalur dan lainnya kita perbaiki lagi. Kita sudah diskusi, selama Ramadhan, kita istirahatkan Mongkrang," kata Sumarno.
"Karena kondisi lebat, jadi perlu ada perbaikan, sehingga saya sarankan untuk pendakian Bukit Mongkrang ditutup selama bulan Ramadhan," tambahnya.
Baca juga: Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan, Terselip Doa Sang Ibunda dari Tanah Suci
Penutupan Sementara Menunggu Arahan
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, menambahkan bahwa penutupan dilakukan agar alam dapat memulihkan vegetasi yang terganggu akibat pencarian.
Pembukaan kembali pendakian masih menunggu arahan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani.
"Pasca Opsar Barsarnas Solo resmi ditutup, pendakian Bukit Mongkrang juga ditutup untuk pengunjung," kata Eko, Minggu (1/2/2026).
"Terkait ditutupnya operasional Bukit Mongkrang dan rencana akan dibuka masih menunggu petunjuk lebih lanjut," ujarnya.
(*)
| Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Pengelola Lakukan Pembenahan Jalur |
|
|---|
| Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Kemungkinan hingga Akhir Ramadhan |
|
|---|
| Cerita Relawan, Rela Bermalam di Tengah Hutan Demi Temukan Keberadaan Yazid |
|
|---|
| Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan, Terselip Doa Sang Ibunda dari Tanah Suci |
|
|---|
| Analisis Wanadri: Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Terperosok Jatuh ke Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bukit-Mongkrang-Karanganyar-Jawa-Tengah-beberapa-waktu-lalu.jpg)