Pendaki Hilang di Mongkrang

Bukit Mongkrang Karanganyar Masih Ditutup, Kemungkinan hingga Akhir Ramadhan

Penutupan Bukit Mongkrang setelah pencarian pendaki hilang berakhir dilakukan karena beberapa pertimbangan, salah satunya memasuki bulan Ramadhan.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
GAPURA BUKIT MONGKRANG - Gapura basecamp pendakian Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pendakian di Bukit Mongkrang hingga kini masih ditutup. 

Ringkasan Berita:
  • Pencarian pemuda Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar, resmi berakhir Selasa (11/2/2026) setelah korban ditemukan
  • Pendakian Bukit Mongkrang tetap ditutup untuk perbaikan jalur, pembersihan sampah, dan pemulihan vegetasi, serta memasuki Ramadhan
  • Pedagang lokal di jalur pendakian berhenti beroperasi sementara, pembukaan kembali menunggu arahan Dinas Kehutanan Jateng

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pencarian pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, resmi berakhir setelah jenazah korban ditemukan pada Selasa (11/2/2026).

Meski demikian, pendakian Bukit Mongkrang belum dibuka kembali.

Pengelola Bukit Mongkrang, Nuryono, membenarkan kabar tersebut.

"Opsar sudah selesai dan survivor sudah ditemukan, namun Bukit Mongkrang masih ditutup," kata Nuryono, Kamis (12/2/2026).

GAPURA BUKIT MONGKRANG - Gapura basecamp pendakian Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pendakian di Bukit Mongkrang hingga kini masih ditutup.
GAPURA BUKIT MONGKRANG - Gapura basecamp pendakian Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pendakian di Bukit Mongkrang hingga kini masih ditutup. (TribunSolo.com)

Penutupan Bukit Mongkrang Pasca Pencarian

Nuryono menjelaskan, penutupan Bukit Mongkrang setelah pencarian berakhir dilakukan karena beberapa pertimbangan, salah satunya memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, diperlukan pembenahan jalur pendakian dan pembersihan sampah di lokasi.

"Pendakian kami tutup, karena diperlukan pembenahan jalur serta pembersihan sampah di lokasi atas," ujar Nuryono.

Dampak dari penutupan ini, para pedagang yang biasa berjualan di jalur pendakian Bukit Mongkrang juga berhenti beroperasi.

Tercatat ada enam pedagang yang tersebar di sekitar basecamp dan jalur pendakian, semuanya berasal dari warga lokal yang pulang-pergi dan tidak menetap di kawasan pendakian.

"Semua aktivitas termasuk, aktivitas berjualan dihentikan sementara, namun terkait informasi berapa lama durasi pendakian, belum ada informasi, belum ada rapat atau pembahasan lebih lanjut mengenai pembukaan kembali," pungkas Nuryono.

Baca juga: Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan, Terselip Doa Sang Ibunda dari Tanah Suci

Saran Penutupan dari Pemprov Jateng

Sebelumnya, pasca hilangnya pemuda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyarankan agar pendakian Bukit Mongkrang ditutup selama bulan Ramadhan.

Hal ini disampaikan Sekda Jateng, Sumarno, saat ditemui di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Rabu (28/1/2026) sore.

"Operasional Mongkrang setiap kejadian jadi bahan evaluasi kita bahwa terkait jalur dan lainnya kita perbaiki lagi. Kita sudah diskusi, selama Ramadhan, kita istirahatkan Mongkrang," kata Sumarno.

Menurut Sumarno, penutupan juga dimaksudkan untuk memperbaiki vegetasi alam di Bukit Mongkrang, karena banyak ilalang yang menutupi jalur pendakian.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved