Lapangan Gelora Desa Karang
Gelora Desa Karang, Lapangan Desa Rasa Stadion di Karanganyar, Dilirik Jadi Lokasi Training Camp
Nama lapangan itu adalah Gelora Desa Karang. Lapangan ini dikelola oleh BUMDES Sinar Abadi milik Desa Karang.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Desa Karang memiliki lapangan baru, Gelora Desa Karang, dibangun di atas lahan 2 hektar dengan anggaran Rp1,6 miliar.
- Dikelola BUMDES Sinar Abadi untuk sport tourism dan peningkatan PAD desa.
- Sudah dipesan klub-klub Indonesia hingga Malaysia untuk TC, meski fasilitas pendukung masih dikembangkan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Hamparan rumput hijau membentang rapi di tengah perbukitan Desa Karang.
Garis-garis putih lapangan tampak tegas membingkai sisi demi sisi, dua gawang berdiri kokoh saling berhadapan, sementara di kejauhan rumah-rumah warga dan pepohonan menjadi latar alami.
Itulah potret lapangan sepak bola baru yang kini menjadi kebanggaan warga, Gelora Desa Karang.
Lapangan tersebut berada di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Dari kejauhan, permukaan rumputnya terlihat rata dan terawat.
Saat didekati, tekstur rumput tampak padat dan halus, tersusun rapi seperti karpet hijau.
Di salah satu sisi, seorang petugas mendorong mesin pemotong rumput, memastikan tiap helai terpangkas presisi agar permukaan tetap ideal untuk pertandingan maupun latihan.
Nama lapangan itu adalah Gelora Desa Karang. Lapangan ini dikelola oleh BUMDES Sinar Abadi milik Desa Karang.
Dulunya Tanah Kas Desa Tak Produktif
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2 hektar, lapangan tersebut dulunya merupakan tanah kas desa yang tidak produktif.
Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto, menjelaskan gagasan membangun lapangan baru muncul setelah Dana Desa mengalami pemangkasan. Desa perlu mencari sumber pendapatan alternatif.
"Kita punya lapangan dua, yang satu ini dan yang satu tidak standar, sehingga lapangan lama itu menyusahkan kita untuk mengeksplor diri menjadi sebuah magnet, jadi lapangan, jadi desa berfikir panjang bagaimana bisa meningkatkan pendapatan desa itu dari lapangan desa itu akhirnya kita bangun lapangan baru, yang bisa TC untuk klub liga Indonesia sekaligus berwisata sehingga UMKM di sini berdampak," kata Dwi, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, lahan tersebut kemudian ditukar guling menjadi tanah kas desa melalui peraturan desa setempat agar bisa dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga: Preview Laga Persis Solo vs PSBS Biak : Dua Tim Papan Bawah Saling Jegal Agar Tak Degradasi
"Dulu tanah kas desa yang tidak produktif sehingga kita berpikir untuk menjadikan untuk projek lapangan desa sport tourism di Desa Karang," kata dia.
| Butuh Rp 25 Juta Per Bulan untuk Rawat Lapangan Gelora Desa Karang: Mulai Pupuk hingga Cat Rumput |
|
|---|
| Di Balik Viral Lapangan Gelora Desa Karang Karanganyar, Habiskan Dana Perawatan Rp 25 Juta per Bulan |
|
|---|
| Harga Sewa Lapangan Gelora Desa Karang di Karanganyar, Capai Rp5 Juta per Dua Jam |
|
|---|
| Dibangun Sejak Juli 2025, Ini Potret Lapangan Gelora Desa Karang di Karanganyar |
|
|---|
| Lapangan Gelora Desa Karang di Karanganyar : Belum Peresmian, Sudah Dibooking Klub Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/GELORA-DESA-KARANG-Lapangan-Gelora-Desa-Karang-di-Desa-Karang-Karangpandan-Karanganyar.jpg)