Info Karanganyar

INFO Event di Karanganyar, Ada Kampung Seni Ramadan di Halaman Kantor Dispapora 7-15 Maret 2026

Kegiatan ini diharapkan bahwa seni dan budaya memiliki potensi ekonomi berkelanjutan serta dapat bersinergi dengan sektor usaha lainnya.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Rifatun Nadhiroh
Dok. Istimewa/Istimewa
Barang-barang yang terbuat dari bambu yang akan digunakan untuk Kampung Seni Ramadan di halaman Dispapora Kabupaten Karanganyar, selama 10 hari, atau 07-16 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kampung Seni Ramadan akan digelar 7–16 Maret 2026 di Kabupaten Karanganyar sebagai ruang berkumpul seniman desa dengan nuansa pedesaan dan dekorasi bambu daur ulang.
 
  • Acara menampilkan kirab budaya, hadroh, tarian, keroncong, reog, workshop kreatif, serta bazar kuliner dan craft selama Ramadan.
 
  • Tujuan utama kegiatan ini adalah menghidupkan seni budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi para seniman dan masyarakat.

 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR -Pertengahan Ramadan 2026 akan menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar.

Untuk pertama kalinya, akan digelar Kampung Seni Ramadan, sebuah ruang kreatif yang memadukan nuansa religius, seni tradisi, dan ekonomi kreatif dalam satu perhelatan budaya.

Acara yang berlangsung di halaman Kantор Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar ini diinisiasi oleh Sanggar Senthir Nusantara Jaya Karanganyar sebagai wadah berkumpulnya seniman lintas desa untuk menghadirkan nuansa segar selama bulan suci.

Baca juga: Pengusaha di Karanganyar Keberatan Ikuti Imbauan Pemberian THR H-14 Lebaran, Lebih Pilih H-7

Ketua sanggar, Dony Sangaji, menjelaskan bahwa Kampung Seni Ramadan edisi perdana ini menghadirkan suasana pedesaan yang sarat nilai kebersamaan dan kreativitas.

Menurutnya, momen Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi para seniman Karanganyar dan sekitarnya untuk berkumpul, berkolaborasi, dan membangun ruang ekspresi budaya yang membumi.

Salah satu daya tarik utama adalah instalasi dekoratif dari 200 batang bambu daur ulang. Bambu-bambu ini diolah menjadi ornamen kampung, alat musik, hingga elemen visual artistik oleh Tim Dekorasi Tresno Putro bersama tim kreatif seniman.

Penggunaan bambu bukan sekadar estetika, tetapi simbol kedekatan masyarakat desa dengan alam.

“Kita ingin menghadirkan kembali kebahagiaan masa kecil dan kebebasan berkreasi yang lahir dari interaksi manusia dengan sumber daya alam desa,” ujar Dony.

Panggung Ekspresi Seni Selama 10 Hari

Kampung Seni Ramadan akan digelar selama 10 hari, pada 7–16 Maret 2026, pukul 15.00–22.00 WIB.

Rangkaian kegiatan meliputi:

  • Kirab Budaya dari Kantор Pemkab menuju lokasi acara
  • Lomba Hadroh dan musik religi menjelang berbuka
  • Tarian sufi dan tarian klasik
  • Gamelan bocah dan orkes keroncong
  • Dangdut jadul dan tarian reog
  • Workshop kreatif
  • Bazar craft, kuliner, dan fashion
  • Acara akan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit yang dipersembahkan oleh Sumanto.

Seni sebagai Penggerak Ekonomi dan Identitas Budaya

Lebih dari sekadar hiburan Ramadan, Kampung Seni Ramadan memiliki tujuan yang lebih luas.

Dony menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa seni dan budaya memiliki potensi ekonomi yang berkelanjutan serta dapat bersinergi dengan sektor usaha lainnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved