Ular Piton di Boyolali
10 Ular Pernah Ditemukan, Warga Teras Boyolali Kembali Tangkap Ular Piton di Permukiman
Kemunculan ular diduga berasal dari area sekitar kandang ayam petelur yang berada di sebelah selatan permukiman
Penulis: Tri Widodo | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Warga Dukuh Barengan, Desa Salakan, Teras, kembali menangkap ular piton sepanjang ±3 meter yang melintas di jalan kampung, Kamis (19/3/2026) malam.
- Ular diduga berasal dari area kandang ayam petelur di selatan permukiman, yang banyak tikus sebagai sumber makanan dan kemungkinan terdapat sarang.
- Warga mengaku sudah beberapa kali menangkap ular dalam waktu terakhir dan kini meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Warga Dukuh Barengan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, kembali digegerkan dengan kemunculan ular piton di sekitar permukiman mereka.
Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, seekor ular piton sepanjang kurang lebih 3 meter berhasil ditangkap saat melintas di jalan kampung.
Ular tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melintas.
Saat itu, ular terlihat bergerak dari arah selatan, tepatnya dari area kandang ayam petelur menuju permukiman warga.
Mengetahui adanya ular berukuran besar tersebut, warga yang berada di lokasi langsung sigap melakukan penangkapan secara bersama-sama.
Baca juga: Bupati Boyolali dan Karanganyar Tak Gelar Open House Lebaran 2026, Ini Alasannya
Dengan alat seadanya, ular piton itu akhirnya berhasil diamankan sebelum masuk lebih jauh ke area rumah warga.
Salah satu warga, Sunardi (39), mengatakan bahwa kejadian kemunculan ular piton di wilayah tersebut bukanlah hal baru.
Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, warga sudah beberapa kali menangkap ular dengan ukuran yang bervariasi.
“Sudah banyak yang ditangkap. Kalau 10 ekor ular ya ada,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (20/3/2026).
Menurut Sunardi, kemunculan ular diduga berasal dari area sekitar kandang ayam petelur yang berada di sebelah selatan permukiman.
Ia menduga terdapat sarang atau lubang (leng) ular di kawasan tersebut.
Selain itu, kondisi lingkungan di sekitar kandang ayam yang banyak terdapat tikus dan hewan kecil lainnya juga menjadi faktor utama yang menarik keberadaan ular piton.
Baca juga: Isu Pembubaran Salat Id di Kedungwinong Sukoharjo, Ada Kesepakatan Salat Id Digelar Satu Kali
“Lokasinya dekat kandang ayam, jadi banyak tikus. Itu mungkin yang jadi makanan ular. Kemungkinan juga ada sarangnya di situ,” jelas Sunardi.
Warga pun kini semakin waspada terhadap potensi kemunculan ular, terutama pada malam hari.
Mereka sepakat untuk segera menangkap jika kembali menemukan ular yang mendekati permukiman.
“Kalau ada ular keluar ke kampung, langsung ditangkap,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga di sekitar permukiman untuk lebih berhati-hati, terutama bagi anak-anak dan hewan peliharaan yang rentan.
Pihak desa diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan langkah antisipasi agar kemunculan ular piton di masa mendatang dapat diminimalkan.
Baca juga: Benarkah Makan 3 Butir Kue Nastar Setara dengan Seporsi Nasi? Simak Penjelasan Ahli Gizi RS JIH Solo
(*)
| Hendak Masuk ke Permukiman Warga Teras Boyolali, Ular Piton 3 Meter Ditangkap |
|
|---|
| Kisah Rescuer Berjibaku Evakuasi Ular 4 Meter Masuk Warung Warga Nogosari Boyolali, Masuk Parit |
|
|---|
| Kagetnya Warga Karang Kidul Boyolali, Hendak ke Warung Malah Ada Ular Melintas Tepat di Depannya |
|
|---|
| 3 Fakta Ular Piton Muncul di Kamar Mandi Warga Boyolali, Pemilik Mengaku Bingung |
|
|---|
| Ayah di Boyolali Kaget Dapat Telepon dari Anaknya, Ular Piton Tiba-tiba Muncul di Kamar Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Warga-melumpuhkan-Ular-piton-bersarang-di-kadang-ayam-di-Dukuh-Karangnongko.jpg)