Kecelakaan di Karanganyar
Ditinggal Tulang Punggung, Begini Kondisi Keluarga Korban Tewas Tabrak Lari di Karanganyar
Kondisi keluarga korban tewas kecelakaan Karanganyar, keluarga Paiman paling memprihatinkan.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Dua warga Karanganyar tewas ditabrak Toyota Innova di Jalan Lawu, kondisi keluarga korban jadi sorotan.
- Keluarga Indro Karno Saputro masih bertahan dari usaha warung kelontong milik sang istri.
- Keluarga Paiman lebih memprihatinkan, istri bekerja serabutan, anak masih sekolah, rumah tidak layak huni.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Kondisi keluarga dua korban tewas kecelakaan tabrak lari di Jalan Lawu, Karanganyar, menjadi sorotan.
Usai ditabrak mobil Toyota Innova di depan SPBU Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Senin (13/3/2026), keluarga korban kini menghadapi situasi yang berbeda.
Ketua RW 7 Kampung Padangan, Kelurahan Jungke, Kabupaten Karanganyar, Suwardiyanto, mengungkapkan kondisi keluarga dari dua korban, yakni Indro Karno Saputro (58) dan Paiman (45).
Kondisi Keluarga Indro Karno Saputro
Suwardiyanto menjelaskan, keluarga almarhum Indro Karno Saputro masih memiliki sumber penghasilan dari usaha yang dijalankan sang istri.
"Istri dari almarhum Indro Karno Saputro bernama Bu Yasmin, punya usaha warung kelontong yang menjadi sumber penghasilannya, dan memiliki dua anak yang sudah nikah semua," kata Suwardiyanto, Sabtu (21/3/2026).
Usaha toko kelontong tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga setelah kepergian Indro Karno Saputro.
Baca juga: Pelaku Tabrak Lari Suzuki Smash di Karanganyar Ditangkap, Keluarga Korban Desak Proses Hukum
Kondisi Keluarga Paiman Lebih Memprihatinkan
Berbeda dengan keluarga Indro, kondisi keluarga almarhum Paiman dinilai jauh lebih memprihatinkan.
Suwardiyanto menyebut, istri Paiman harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan hik dan mencari barang bekas.
"Almarhum Paiman memiliki tanggungan anak yang masih SD, SMP dan yang besar SMA berhenti, serta kondisi rumahnya yang tidak layak huni," kata dia.
Kondisi tersebut membuat keluarga Paiman membutuhkan perhatian lebih, mengingat masih adanya anak-anak yang bergantung secara ekonomi.
Baca juga: Nasib Tragis 2 Korban Tewas Tabrak Lari di Karanganyar : Niat Beli Buah, Berakhir Seliang Lahat
Sementara itu, terduga pelaku tabrak lari yang menewaskan dua orang di SPBU Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar akhirnya berhasil diamankan polisi.
Kasus kecelakaan maut yang melibatkan motor Suzuki Smash ini masih dalam penyelidikan mendalam, termasuk motif pelaku meninggalkan korban.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, mengungkapkan bahwa terduga pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam proses penangkapan tersebut, pelaku tidak melakukan perlawanan.
Identitas pelaku berhasil terungkap setelah polisi melakukan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan Samsat Karanganyar untuk melacak kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
(*)
| Kondisi Keluarga Paiman Korban Tewas Tabrak Lari di Karanganyar, Anak Harus Sampai Berhenti Sekolah |
|
|---|
| Pelaku Tabrak Lari Suzuki Smash di Karanganyar Ditangkap, Keluarga Korban Desak Proses Hukum |
|
|---|
| Terungkap, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan 2 Orang di Karanganyar Gunakan Toyota Innova |
|
|---|
| Pelaku Tabrak Lari Tewaskan 2 Orang di Karanganyar, Ditangkap dari Hasil Analisis CCTV |
|
|---|
| Akhir Kisah Pelaku Tabrak Lari Suzuki Smash di Karanganyar : Pilih Buron, Dijemput Paksa di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/RUMAH-DUKA-Suasana-salah-satu-rumah-duka-korban-tabrak-lari-di-depan-SPBU-Papahan-di-RW-7.jpg)