Harga Plastik Naik
Harga Cup Plastik Melonjak 80 Persen, Pengusaha Es Teh di Sukoharjo Tahan Harga
Pengusaha Es Teh di Sukoharjo masih menahan untuk menaikkan harga. Mereka masih melihat kondisi kedepan.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- UMKM minuman di Sukoharjo terdampak kenaikan harga cup plastik hingga 80 persen dari pabrik.
- Pengusaha es teh memilih menahan harga bahan ke mitra meski biaya produksi naik.
- Jika terpaksa, harga jual dinaikkan Rp500–Rp1.000 per cup, masih dinilai wajar.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kenaikan harga bahan baku plastik turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor minuman.
Salah satunya dialami pengusaha minuman es teh di Kabupaten Sukoharjo yang mengeluhkan lonjakan harga cup plastik hingga mencapai 80 persen.
Pemilik usaha Teh Jumbo Ginastel, Kinardi Andrianto (43), mengungkapkan kenaikan harga bahan baku tersebut terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan dinilai cukup memberatkan pelaku usaha.
“Kalau sekarang kenaikannya gila-gilaan. Dari pabrik bisa sampai 80 persen. Tapi kami yang sudah punya ribuan mitra tidak bisa langsung menaikkan harga bahan yang dibeli oleh mitra,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurut Kinardi, pihaknya masih memilih untuk menahan harga bahan baku yang dijual kepada mitra usaha, sambil melihat perkembangan situasi ke depan.
Ia menyebut fenomena kenaikan harga ini masih tergolong baru, sehingga perlu dicermati terlebih dahulu apakah bersifat sementara atau berkelanjutan.
“Kami lihat dulu fenomenanya, karena ini baru terjadi. Jadi untuk sementara mitra yang mengambil bahan dari kami belum kami naikkan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui banyak mitra usaha yang mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku di pasaran, seperti plastik dan gula, yang berdampak pada biaya produksi.
“Banyak mitra yang mengeluh, bukan hanya plastik, gula juga naik. Mereka ingin harga jual es teh dinaikkan, tapi saya sampaikan kita lihat dulu kondisi ini apakah akan terus naik atau tidak,” katanya.
Berharap Kembali Stabil
Kinardi berharap kondisi harga bahan baku dapat kembali stabil.
Ia juga meminta para mitra untuk bersabar di tengah situasi yang belum menentu ini.
“Kami berharap harga bisa turun lagi. Yang penting, bahan dari kami seperti cup, teh, dan varian lain masih belum ada kenaikan. Tapi kalau beli plastik atau gula di luar, memang pasti ada kenaikan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jika kondisi memaksa, kenaikan harga jual produk di tingkat konsumen masih dalam batas wajar, yakni sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per cup.
“Kami saat ini menjual es teh Rp3.500, sebelumnya Rp3.000. Tapi itu tidak merata di semua daerah. Di wilayah seperti Jakarta, Sumatera, Kalimantan, atau Papua mungkin kenaikannya lebih signifikan,” jelasnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Plastik di Solo untuk Berbagai Kebutuhan, Dikenal Lengkap dan Murah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ginastel-platik-naik.jpg)