Harga Tempe di Boyolali
Harga Kedelai dan Plastik Naik, Perajin Tempe di Boyolali Akali dengan Perkecil Ukuran
Ukuran tempe dari pengusaha di Boyolali ini dibuat lebih kecil, ini terdampak harga plastik yang naik.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Harga kedelai impor naik hingga Rp10.500/kg, membuat perajin tempe di Boyolali mengecilkan ukuran produk agar harga tetap terjangkau.
- Selain kedelai, harga plastik pembungkus melonjak hingga 70 persen, menambah beban produksi perajin.
- Kenaikan ini berdampak pada daya beli masyarakat, pedagang mulai mengeluh penurunan pembeli dan berencana menaikkan harga jual.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Emak-emak jangan kaget jika tempe yang dibeli dari kang sayur ukurannya lebih kecil.
Itu siasat dari perajin agar tetap bisa bertahan.
Pasalnya, harga kedelai yang menjadi bahan baku utama melejit, dan plastik untuk membungkus juga naik.
Selama ini, para perajin di Boyolali masih sangat bergantung pada kedelai impor asal Amerika Serikat karena menghasilkan tempe paling baik.
Namun, selama dua pekan ini, harga kedelai naik setiap hari.
Kenaikan berada di kisaran Rp100 hingga Rp200. Saat ini, harga kedelai di pasaran telah menyentuh angka Rp10.500 per kilogram.
Baca juga: Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo
Subandi, salah satu perajin tempe di Dukuh Bantulan, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, menyebut pertengahan Maret lalu harganya masih di angka Rp9.600.
Namun, setiap hari harga kedelai impor terus mengalami kenaikan.
Dia pun sudah dua kali mengubah ukuran tempe produksinya.
"Yang sebelumnya panjang menjadi pendek, tapi harga tetap. Contohnya yang harga Rp2.500, tadinya panjang 15 cm, sekarang jadi 13 cm. Lalu yang Rp5.000, dari 27 cm menjadi 25 cm," ujar Subandi.
Harga Plastik Naik Jadi Beban
Kenaikan harga plastik pembungkus hingga 70 persen kian menambah beban.
Subandi menjelaskan bahwa satu rol plastik yang sebelumnya seharga Rp58.000, kini melonjak drastis menjadi Rp92.000.
Tri Harjianti, salah seorang pelaku UMKM kuliner, menyebutkan bahwa tempe adalah makanan bergizi pokok masyarakat.
Ia mengaku mulai merasakan ukuran tempe yang ia beli sedikit lebih pendek dari biasanya.
| 114 Siswa SMA Negeri 1 Baturetno Wonogiri Lolos SNBP 2026, Persiapan Tiga Tahun Terbayar |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata Sejarah di Klaten : Candi Plaosan Saksi Bisu Cinta Beda Agama di Era Kerajaaan |
|
|---|
| Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 7 April 2026 : dari Jadwal KRL Paling Pagi sampai Malam |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Selasa 7 April 2026 : Potensi Hujan Ringan di Semua Kecamatan |
|
|---|
| Agenda Solo Hari Ini Selasa 7 April 2026 : Ada Event Kuliner hingga Budaya yang Seru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Harga-tempe-Boyolali-353.jpg)