Rumah Ambruk di Klaten
Diguyur Hujan Seharian, Rumah Lansia di Wonosari Klaten Ambruk
Kejadian rumah ambruk terjadi di Klaten, rumah yang roboh itu milik lansia. Kini dia mengungsi.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Suranto (54) mendengar suara “mak jetok” sebelum rumahnya ambruk di Klaten pada Rabu pagi. Rumah lama berbahan kayu dan gedek itu roboh sekitar pukul 06.30.
- Ia sempat terkena reruntuhan atap, namun tidak mengalami luka parah. Rumah dihuni tiga orang dari dua KK.
- Keluarga kini mengungsi ke rumah kerabat. Warga bergotong royong membersihkan lokasi, sementara pemerintah desa dan Bupati Klaten meninjau serta menyalurkan bantuan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Suranto (54) menceritakan sempat mendengar suara “mak jetok” sesaat sebelum rumah miliknya ambruk di Dukuh Wonorejo, Desa Ketitang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Rabu (15/4/2026).
“Kula mireng suwanten mak jetok, ngotone banjur medal. Padahal kula enten njawi mriku dereng ngantos dangu, kula lenggah terus ambruk niku wau (saya dengar suara ‘mak jetok’, lalu langsung keluar. Padahal saya di depan belum lama, saya duduk, lalu rumah ambruk tadi),” ujar Suranto kepada TribunSolo.com.
Kejadian robohnya rumah miliknya terjadi pada pagi hari.
“Kejadian tadi jam 06.30, pagi,” jelasnya.
Rumah tersebut merupakan rumah lama yang masih menggunakan kayu.
“Kayu bangunan, rumah gedek (anyaman bambu),” ucapnya.
Suranto juga sempat terkena reruntuhan atap yang roboh, namun tidak terluka parah.
Rumah ini ditempati oleh tiga orang dari dua kepala keluarga (KK).
Mengungsi ke Rumah Kerabat
Akibat robohnya rumah, ia dan keluarga mengungsi ke rumah kerabat yang masih berdekatan.
Sebelumnya, kondisi rumah sudah doyong karena kayu yang lapuk.
Suranto berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah tersebut.
“Harapan sing genah nggih kados kula, wong jenenge mboten duwe nggih supaya iso nggo turu, nggawe supaya ngoten mawon (harapannya sebagai orang kecil seperti saya, ya bisa dipakai tidur lagi saja),” kata Suranto.
Baca juga: Cek Langsung Lokasi Banjir di Klaten, Bupati Hamenang Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Pantauan TribunSolo.com, rumah yang roboh sudah dibersihkan secara gotong royong oleh warga sekitar.
Pihak Pemerintah Desa Ketitang, Kecamatan Wonosari, serta PLN juga sudah mengecek lokasi.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, juga meninjau langsung lokasi pada siang hari.
Ia membawa perlengkapan logistik bahan makanan serta paket kedaruratan. (*)
| Khawatir Hujan Susulan, Warga Desa Gentan Sukoharjo Masih Bertahan di Pengungsian |
|
|---|
| Hujan Deras, Sungai Bengawan Solo Meluap hingga Daleman Jaten Karanganyar, Air Setinggi Pinggang |
|
|---|
| Daftar Titik Banjir di Solo : 715 KK Terdampak, 109 Warga Mengungsi Usai Hujan Deras |
|
|---|
| Banjir di Desa Gentan Sukoharjo, 108 KK Terdampak |
|
|---|
| Banjir Kembali Rendam Laweyan hingga Serengan Solo, Warga Sebut Tahun Ini Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-roboh-43.jpg)