Sritex Tutup Permanen
Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah 2 Kali Dilelang, Eks Karyawan Minta Kurator Sampaikan Hasil
Hingga saat ini, proses penjualan melalui lelang tercatat telah berlangsung sebanyak dua kali, namun dinilai belum memberikan hasil yang signifikan.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Perkembangan penjualan aset milik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terus menjadi sorotan, khususnya dari kalangan eks karyawan.
- Proses penjualan melalui lelang tercatat telah berlangsung sebanyak dua kali, namun dinilai belum memberikan hasil yang signifikan.
- Eks karyawan mendorong adanya transparansi dari kurator terkait proses dan hasil penjualan aset.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perkembangan penjualan aset milik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terus menjadi sorotan, khususnya dari kalangan eks karyawan.
Hingga saat ini, proses penjualan melalui lelang tercatat telah berlangsung sebanyak dua kali, namun dinilai belum memberikan hasil yang signifikan.
Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengungkapkan lelang yang telah dilakukan kurator sejauh ini masih terbatas pada aset kendaraan.
Hasil 2 Kali Lelang Tak Signifikan
Ia menilai, hasil dari dua kali lelang tersebut belum mampu memberikan dampak berarti.
Baca juga: Lelang Aset Sritex Sukoharjo Belum Signifikan, eks Karyawan Pertanyakan Kepastian Pesangon dan THR
“Kalau kita bicara khusus Sritex, memang baru ada lelang kendaraan. Sudah dua kali dilakukan, tetapi hasilnya kurang memuaskan atau tidak signifikan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Agus menjelaskan, pada lelang pertama hanya terdapat lima unit kendaraan yang dijual.
Sementara pada lelang kedua, jumlahnya sedikit meningkat menjadi enam unit.
Namun demikian, nilai total dari hasil penjualan tersebut dinilai belum optimal.
Baca juga: Di Sukoharjo, Eks Buruh Bentangkan Spanduk "Setahun Sritex Tumbang, Setahun Hak Tak Kunjung Datang"
Ia menyebut, pada lelang pertama terdapat satu kendaraan dengan nilai cukup tinggi yang berhasil terjual, yakni sekitar Rp850 juta, sehingga totalnya diperkirakan mendekati Rp1 miliar.
Sementara untuk lelang kedua, ia tidak mengetahui secara pasti nilai totalnya, namun kendaraan yang dilelang tergolong dalam kategori harga menengah.
“Lelang kedua ada enam unit, tapi saya tidak melihat total nilainya. Itu mobil-mobil dengan harga menengah. Secara keseluruhan, dua kali lelang ini belum signifikan hasilnya,” jelasnya.
Tunggu Lelang Tahap Ketiga
Saat ini, pihaknya masih menunggu pelaksanaan lelang tahap ketiga dengan harapan hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal.
Eks karyawan juga mendorong adanya transparansi dari kurator terkait proses dan hasil penjualan aset, mengingat hal tersebut berkaitan dengan hak-hak yang masih dinantikan.
“Kami berharap ke depan bisa lebih baik lagi, baik dari jumlah aset yang dilelang maupun hasil yang diperoleh,” pungkasnya. (*)
| Bos Sritex Sukoharjo Dituntut 16 Tahun Bui dan Denda Rp 677 M, eks Karyawan : Tak Berdampak ke Kami |
|
|---|
| Di Sukoharjo, Eks Buruh Bentangkan Spanduk "Setahun Sritex Tumbang, Setahun Hak Tak Kunjung Datang" |
|
|---|
| Kisah Eks Karyawan Sritex Sukoharjo, Usia Tak Muda Lagi, Kini Jualan Asongan Demi Bertahan Hidup |
|
|---|
| 50 Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Berdoa di Depan Pabrik Pasca Setahun di PHK, Tagih Pesangon dan Hak |
|
|---|
| Ketidakjelasan Pesangon Bikin Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Harus Jual Barang Berharga Hingga Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ASET-SRITEX-Ilustrasi-aset-transportasi-mobil-yang-tersimpan-di-PT-Sri-Rejeki-Isman-Tbk-Sritex.jpg)