Polemik KUD Musuk
Pasca Deadlock RAT KUD Musuk Boyolali, Muncul Dugaan Teror ke Pengurus hingga Manipulasi SK
RAT KUD Musuk Boyolali berakhir deadlock tanpa pemilihan pengurus baru, disertai konflik internal, dugaan SK bermasalah, dan klaim intimidasi anggota
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- RAT KUD Musuk Boyolali berakhir deadlock setelah dihadiri sekitar 600 anggota dan gagal memilih pengurus baru akibat perdebatan panjang dalam forum.
- Seorang pengurus mengaku mengalami teror dan tekanan usai bersikap vokal dalam proses pemilihan ketua KUD Musuk.
- Muncul dugaan kejanggalan SK pengurus yang ditandatangani ketua yang telah meninggal, meski pihak Plt Ketua menyebut tanda tangan menggunakan scan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Musuk dengan agenda utama pemilihan pengurus baru Selasa (14/4/2026) lalu berakhir tanpa keputusan atau deadlock.
Forum yang dihadiri sekitar 600 anggota itu tidak menemukan titik temu setelah terjadi perdebatan panjang di antara peserta.
RAT tersebut sejatinya digelar untuk melengkapi struktur kepengurusan KUD Musuk, mulai dari ketua, sekretaris, hingga badan pembina.
Namun, proses pemilihan ketua berlangsung alot karena muncul perbedaan pandangan yang tajam di antara anggota rapat.
Situasi tersebut akhirnya membuat forum tidak dapat menghasilkan keputusan final, sehingga RAT dinyatakan deadlock dan kepengurusan baru belum terbentuk.
Di tengah proses yang memanas, salah seorang pengurus KUD Musuk yang enggan disebut namanya mengaku mengalami tekanan dan teror setelah bersikap vokal dalam pemilihan ketua.
“Selalu diteror. Saya itu tiap hari, bahkan tengah malam itu dibel. Kalau saya angkat itu dimatiin,” ungkapnya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menyebut menerima pesan WhatsApp yang berisi permintaan agar dirinya tidak lagi terlibat dalam urusan koperasi.
“Pernah di WA juga. Agar tidak ikut mengurusi KUD. KUD sudah ada yang ngurusi. Saya diminta untuk ngurusi keluarga saja,” tambahnya.
Baca juga: RAT KUD Musuk Boyolali Deadlock, Pemilihan Ketua Ditunda akibat Pro-Kontra Kades Aktif
Dugaan Kejanggalan SK Pengurus KUD Musuk
Selain konflik internal, muncul pula dugaan kejanggalan terkait Surat Keputusan (SK) pengurus KUD Musuk.
Pengurus tersebut mengungkapkan bahwa SK tersebut diduga tetap menggunakan tanda tangan Ketua KUD sebelumnya, Kuncoro, meski yang bersangkutan telah meninggal dunia.
Menurutnya, semasa menjabat, almarhum Kuncoro tidak pernah sekalipun mengeluarkan SK pengangkatan pengurus.
Namun, sekitar sebulan setelah wafatnya, seluruh pengurus justru menerima SK baru.
Agar terlihat sah, SK tersebut bahkan diberi tanggal sesuai waktu masuknya pengurus dan karyawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Kantor-KUD-Musuk-Boyali-Senin-2742026.jpg)