Ibadah Haji 2026

Kisah Mustofa, Petani yang Jalan 12 Km ke Asrama Haji Donohudan Boyolali Demi Berangkat Haji

Seorang kakek berjalan kaki sejauh 12 kilometer dari rumahnya menuju Gedung IPHI Kecamatan Suruh saat hendak berangkat haji.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
TAMPIL NYENTRIK - Mustofa (66), kakek asal Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang merupakan jemaah calon haji (JCH) kloter 23 dari Embarkasi Solo. Mustofa tampil nyentrik dengan mengenakan caping, penutup kepala tradisional dari anyaman bambu, saat bersiap berangkat ke Tanah Suci dari Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. 

Ringkasan Berita:
  • Mustofa (66) tampil unik pakai caping bertuliskan doa saat berangkat haji.
  • Sehari-hari ia petani, tetap bugar hingga mampu berjalan jauh.
  • Ia berjalan kaki 12 km menuju titik kumpul sebelum ke asrama haji.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pemandangan tak biasa terlihat di tengah ratusan jemaah calon haji (JCH) kloter 23 di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Seorang kakek bernama Mustofa (66) tampil nyentrik dengan mengenakan caping, penutup kepala tradisional dari anyaman bambu, saat bersiap berangkat ke Tanah Suci.

Mustofa merupakan warga Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. 

TAMPIL NYENTRIK - Mustofa (66), kakek asal Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
TAMPIL NYENTRIK - Mustofa (66), kakek asal Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang merupakan jemaah calon haji (JCH) kloter 23 dari Embarkasi Solo. Mustofa tampil nyentrik dengan mengenakan caping, penutup kepala tradisional dari anyaman bambu, saat bersiap berangkat ke Tanah Suci dari Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Di antara jemaah lainnya yang umumnya mengenakan penutup kepala standar seperti peci, caping yang ia pakai langsung mencuri perhatian.

Bukan caping biasa, penutup kepala itu ditulisi lafaz Allah dan Muhammad, serta sejumlah doa. 

Bagi Mustofa, tulisan tersebut memiliki makna mendalam.

“Untuk pengeleng-eling manah kulo (sebagai pengingat hati saya),” ujarnya dengan senyum, Selasa (28/4/2026).

Keseharian Bekerja sebagai Petani

Sehari-hari, Mustofa bekerja sebagai petani

Ia terbiasa menggarap sawah seluas empat patok serta memelihara enam ekor sapi.

Baca juga: Suhu Arab Saudi Tembus 40 Derajat, PPIH Embarkasi Solo Imbau Jemaah Calon Haji Jaga Hidrasi Tubuh

Aktivitas fisik yang dijalaninya setiap hari membuat tubuhnya tetap bugar di usia senja.

“Saya tani, ngarit karena juga pelihara sapi,” katanya.

Berjalan Kaki Sejauh 12 Kilometer

Kebugaran itu pula yang membuatnya mampu berjalan kaki sejauh 12 kilometer dari rumahnya menuju Gedung IPHI Kecamatan Suruh saat hendak berangkat haji.

Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB. 

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Asrama Haji Donohudan pada pukul 04.00 WIB.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved