Hari Buruh 2026

May Day Jadi Momentum, eks Buruh Sritex Sukoharjo Desak Pemerintah Realisasikan BUMN Tekstil

Eks karyawan Sritex desak realisasi BUMN tekstil saat May Day 2026 demi nasib pekerja.

Tayang:
TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf
TUNTUT HAK - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025) lalu. Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan para eks karyawan Sritex untuk kembali menagih janji pemerintah pusat terkait rencana pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil melalui Danatara. 
Ringkasan Berita:
  • Eks karyawan Sritex menagih janji pemerintah soal pembentukan BUMN tekstil saat May Day 2026 untuk menyelamatkan pekerja terdampak.
  • Rencana BUMN tekstil melalui Danatara dinilai penting menghidupkan industri dan membuka lapangan kerja baru.
  • Eks pekerja berharap pemerintah segera bertindak nyata agar ada kepastian kerja dan penghidupan layak.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan eks karyawan Sritex untuk menagih janji pemerintah terkait rencana pembentukan BUMN tekstil.

Mereka berharap langkah konkret segera diambil demi menyelamatkan industri dan nasib para pekerja terdampak.

Harapan ini menguat setelah sebelumnya muncul pernyataan dari pihak kementerian mengenai rencana pendirian BUMN di sektor tekstil melalui Danatara.

Wacana tersebut dinilai menjadi peluang penting untuk menghidupkan kembali industri sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Eks Karyawan Sritex Minta Kepastian

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, menegaskan pihaknya mendesak pemerintah agar segera merealisasikan rencana tersebut dan tidak berhenti sebatas wacana.

“Saya pernah menyampaikan kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti rencana melalui Danatara. Waktu itu dari Mensesneg juga sudah memberikan pernyataan di depan publik bahwa akan mendirikan BUMN tekstil,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

TUNTUT HAK - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025) lalu. Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan para eks karyawan Sritex untuk kembali menagih janji pemerintah pusat terkait rencana pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil melalui Danatara.
TUNTUT HAK - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025) lalu. Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan para eks karyawan Sritex untuk kembali menagih janji pemerintah pusat terkait rencana pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil melalui Danatara. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Menurutnya, kejelasan langkah pemerintah sangat dinantikan oleh para eks pekerja yang hingga kini masih belum mendapatkan kepastian pekerjaan.

Harapan Baru bagi Pekerja Terdampak

Agus berharap pembentukan BUMN tekstil benar-benar bisa menjadi solusi bagi eks karyawan Sritex yang terdampak.

“Berkaitan dengan penyelamatan eks karyawan Sritex, mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk menyelamatkan pekerja, tetapi juga menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional yang sempat terpukul.

Baca juga: Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Pastikan Tak Ada Aksi di Hari Buruh, Fokus Tuntut Kejelasan Pesangon

Belum Ada Koordinasi dengan Serikat Pekerja

Di sisi lain, eks karyawan Sritex mengaku belum menjalin komunikasi lanjutan dengan serikat pekerja di Sukoharjo terkait aspirasi yang akan disampaikan pada momentum May Day.

Meski demikian, mereka tetap menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan janji pembentukan BUMN tekstil.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved